Investor Asing Mulai Gandeng Danantara, Rosan: Banyak yang Ingin Jadi Mitra Strategis

3 hours ago 5

Presiden RI Prabowo Subianto menerima mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair di kediaman pribadinya Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026) malam WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia mulai menjadi magnet bagi investor asing yang ingin memperluas investasinya di Tanah Air. Sejumlah investor internasional disebut ingin menggandeng Danantara sebagai mitra strategis dalam berbagai proyek investasi.

Hal tersebut disampaikan Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan P. Roeslani usai bertemu mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di Jakarta, Selasa (7/7/2026). Menurut Rosan, minat investor asing terhadap Danantara terus meningkat seiring besarnya portofolio aset dan proyek yang dikelola lembaga tersebut.

"Danantara menjadi mitra strategis yang dicari oleh banyak investor asing. Kami memiliki portofolio dan proyek yang sangat menarik bagi modal asing," ujar Rosan dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Rosan mengatakan, dalam pertemuan tersebut Tony Blair turut menyampaikan pandangannya mengenai besarnya peluang investasi di Indonesia melalui Danantara. Menurut Blair, posisi Danantara saat ini memiliki daya tarik yang kuat di mata investor global yang ingin mengembangkan bisnis di Indonesia.

Pandangan tersebut, kata Rosan, menjadi sinyal positif terhadap meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap iklim investasi Indonesia. Ia berharap ketertarikan tersebut dapat mempercepat masuknya investasi baru ke sektor-sektor strategis nasional.

"Kami akan mengakselerasi proses ini agar dampaknya segera terasa di masyarakat. Ini baru permulaan, akan ada lebih banyak investor yang menyusul," katanya.

Pertemuan Rosan dengan Blair berlangsung di sela kunjungan mantan pemimpin Inggris tersebut ke Indonesia. Dalam rangkaian kunjungannya, Blair juga bertemu Presiden Prabowo Subianto untuk membahas berbagai perkembangan strategis global serta peluang penguatan kerja sama di bidang investasi, transformasi digital, dan pembangunan ekonomi.

Tony Blair diketahui masih aktif berkiprah melalui Tony Blair Institute for Global Change yang memberikan pendampingan kebijakan kepada berbagai negara, termasuk dalam bidang reformasi pemerintahan, digitalisasi layanan publik, dan peningkatan iklim investasi.

Danantara sendiri dibentuk pemerintah sebagai badan pengelola investasi nasional yang mengonsolidasikan aset sejumlah badan usaha milik negara (BUMN). Pemerintah menargetkan Danantara menjadi instrumen untuk mengoptimalkan nilai aset negara sekaligus menarik investasi jangka panjang guna mendukung pembiayaan proyek-proyek prioritas nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |