Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Iran membantah adanya negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) di tengah klaim Presiden Donald Trump yang menyebut kedua negara telah mencapai kemajuan signifikan dalam pembicaraan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan Teheran tidak melakukan perundingan apa pun dengan Washington selama konflik berlangsung.
"Iran tidak mengadakan negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat dalam 24 hari terakhir perang yang dipaksakan," kata Baghaei, seperti dilaporkan kantor berita resmi IRNA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir CNN, Baghaei menyebut dalam beberapa hari terakhir Iran memang menerima pesan dari AS melalui negara-negara perantara yang dianggap "bersahabat". Pesan itu berisi permintaan untuk membuka negosiasi guna mengakhiri perang.
Namun, ia menegaskan Iran merespons sesuai prinsip yang dipegang negara tersebut, termasuk memberikan peringatan keras terkait potensi serangan terhadap infrastruktur vital.
"Iran memperingatkan akan adanya konsekuensi serius jika infrastruktur penting kami diserang," ujarnya.
Ia juga menegaskan setiap serangan terhadap fasilitas energi Iran akan dibalas.
"Tindakan apa pun terhadap infrastruktur energi Iran akan direspons secara tegas, segera, dan efektif oleh angkatan bersenjata Iran," kata Baghaei.
Selain itu, Iran menegaskan sikapnya terkait Selat Hormuz serta syarat penghentian perang tidak berubah.
Di sisi lain, Trump sebelumnya mengklaim pembicaraan antara kedua negara menunjukkan perkembangan positif.
"Kami telah mencapai poin-poin kesepakatan penting," ujar Trump kepada wartawan di West Palm Beach, Florida, Senin (23/3) waktu setempat.
Meski demikian, Trump tidak merinci hasil pembicaraan tersebut.
"Kita lihat saja ke mana arah selanjutnya," pungkasnya.
(lau/ins)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
2

















































