Iran Ingatkan Korsel tak Usah Ikut Campur di Selat Hormuz atau Terima Konsekuensi Serius

1 hour ago 1

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menghadiri konferensi pers di Teheran, Iran, 1 Desember 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Kementerian Luar (Kemenlu) Negeri Iran pada Senin (7/9/2026) mengingatkan Korea Selatan bahwa pelibatan militer apapun di Selat Hormuz akan mendatangkan "konsekuensi serius". Peringatan ini dikeluarkan Teheran menyusul Seoul yang sedang mempertibangkan kontribus militer dalam upaya pengamanan kebebasan navigasi di selat strategis Teluk Persia itu.

"Hubungan antara Iran dan Republik Korea lebih dari 64 tahun dan selalu berdasarkan rasa meghormati saling menguntungkan. Iran sangat menghargai hubungan bersahabat dengan Republik Korea," ujar Juru Bicara Kemenlu Iran Esmaeil Baqaei, menulis dalam bahasa Korea di X yang dilansir Korea Times, Senin.

Unggahan Baqaei diinterpretasikan sebagai sebuah pesan langsung untuk Seoul, menegaskan hubungan panjang kedua negara sebelum memberi peringatan atas operasi gabungan militer di kawasan Teluk Persia.

"Namun demikan, jelas bahwa di bahwa situasi terkini, partisipasi operasi apapun atau kehadiran militer oleh negara lain di Teluk Persia dan Selat Hormuz akan berarti dukungan langsung kepada agresor dan akan menerima konsekuensi serius," kata Baqaei.

Dia menambahkan bahwa "tidak ada negara berdaulat dan bertanggung jawab" harus menyerah kepada apa yang ia gambarkan sebagai "tekanan dan pemerasan" AS untuk berpartisipasi dalam agresi terhadap Iran. Peringatan dikeluarkan Kemenlu Iran setelah pekan lalu, Cheong Wa Dae mengatakan bahwa Seoul tengah mempertimbangkan opsi militer dan non-militer, meski keputusan belum dibuat.

Opsi yang dipertimbangkan Seoul termasuk mengerahkan pesawat patroli maritim, sebuah kapal logistik atau unit pembersih ranjau. Peringatan Baqaei senada dengan pernyataan seorang pejabat senior Iran dalam wawancara anonim dengan Al Mayadeen pada Jumat pekan lalu.

Pejabat itu mengingatkan Seoul untuk tidak menurut terhadap tekanan AS untuk bekerja saman dalam apa yang dia gambarkan sebagai operasi militer ilegal. Pejabat itu menyebut Korea seharusnya tidak mengorbankan kepentingan nasional dan reputasinya untuk kebijakan Washington.

"Keterlibatan apapun dari Korea di Selat Hormuz akan dinilai sebagai partisipasi militer langsung dalam agresi dan perang terhadap Iran," ujar pejabat tersebut.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |