Empat warga Palestina, termasuk dua anak, tewas dan lainnya terluka pada Kamis (30/7) dalam serangan udara Israel yang menargetkan beberapa wilayah di Jalur Gaza.(WAFA)
SEDIKITNYA empat warga Palestina, termasuk dua anak, tewas dalam serangkaian serangan militer Israel di Jalur Gaza pada Kamis (7/5) dini hari. Sedikitnya 35 orang lainnya terluka, sebagian besar anak, meski gencatan senjata masih berlaku.
Sumber medis di Rumah Sakit Nasser menyebutkan, dua korban tewas di kawasan Al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis, Gaza selatan, adalah Abdullah Nasser al-Balaawi, 20, dan Ratel Mahmoud Abdullah, 8. Lima warga lainnya, termasuk anak-anak, mengalami luka-luka setelah sebuah rudal yang ditembakkan helikopter Israel menghantam tenda pengungsian.
Saksi mata mengatakan serangan terjadi ketika para pengungsi sedang tertidur di dekat kawasan Applied College, Al-Mawasi.
Di lokasi lain, militer Israel juga menggempur wilayah selatan Khan Younis dan menembakkan senjata berat ke arah Al-Mawasi di barat laut Rafah. Tidak ada laporan korban jiwa dalam serangan tersebut.
Di Kamp Pengungsi Bureij, Gaza tengah, seorang anak bernama Zaid Mohammed Nofal tewas dan empat warga lainnya terluka setelah sebuah apartemen di seberang gedung pemerintah kota menjadi sasaran serangan udara, menurut sumber medis di Rumah Sakit Shuhadaa Al-Aqsa.
Sementara itu, satu warga Palestina tewas dan 10 lainnya terluka ketika pesawat nirawak Israel menyerang seorang pria yang sedang mengendarai sepeda di dekat Stadion Yarmouk, Kota Gaza.
Serangan drone lainnya di Jalan Al-Jalaa melukai empat warga sipil, satu di antaranya dalam kondisi kritis.
Di kawasan Al-Nasr, Kota Gaza, serangan udara terhadap sebuah apartemen di Gedung Al-Bassam menyebabkan 13 warga Palestina mengalami luka serius. Sebagian besar korban merupakan anak-anak. Serangan itu juga memicu kebakaran yang kemudian berhasil dipadamkan oleh relawan dan tim pertahanan sipil.
Artileri Israel juga dilaporkan menggempur wilayah timur kawasan Al-Tuffah dengan dukungan tembakan intensif dari kendaraan militer.
Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, serangan Israel di Gaza masih terus berlangsung. Data otoritas kesehatan Palestina mencatat sedikitnya 1.209 warga Palestina tewas dan 3.943 lainnya terluka sejak gencatan senjata diberlakukan.
Secara keseluruhan, sejak perang pecah pada Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 174.000 lainnya terluka oleh serangan Israel. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak, sementara sekitar 90% infrastruktur di Gaza dilaporkan mengalami kerusakan. (Anadolu Agency/B-3)
















































