Israel Serang Lebanon, Satu Pejabat Hizbullah dan Keluarganya Tewas

1 day ago 5

CNN Indonesia

Rabu, 02 Apr 2025 14:10 WIB

Serangan Israel di Beirut Lebanon menewaskan pejabat Hizbullah Hassan Bdair dan keluarganya. Serangan Israel di Beirut Lebanon tewaskan pejabat Hizbullah dan keluarga. Foto: REUTERS/Mohammed Yassin

Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan Israel di Beirut Lebanon pada Selasa (1/4) menewaskan seorang pejabat kelompok Hizbullah yang menangani urusan Palestina.

Dilansir dari AFP, Kementerian Kesehatan di Beirut melaporkan empat orang tewas termasuk seorang perempuan dalam serangan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel dan Hizbullah secara terpisah mengatakan serangan itu menewaskan Hassan Bdair, yang disebut sebagai "wakil kepala urusan Palestina".

Menurut seorang sumber, Bdair sedang di rumah bersama keluarganya saat serangan terjadi. Pernyataan Hizbullah menyebut putra Bdair terbunuh, dan menyerukan para pendukungnya untuk bergabung dalam prosesi pemakaman yang digelar hari ini (2/4).

Tetangga yang tinggal di dekat rumah korban, Ismael Noureddine, mengatakan ada ledakan yang sangat besar dan diikuti oleh ledakan lainnya. Keluarganya bahkan tidak dapat melihat satu sama lain karena semua berdebu.

Menurut pernyataan militer dan dinas keamanan Israel, Bdair adalah penghubung Hizbullah dengan kelompok milisi Hamas.

Israel menuduh Bdair mengarahkan Hamas dan membantu mereka dalam merencanakan dan memajukan serangan teror yang signifikan, dan segera terhadap warga sipil Israel.

Israel sebelumnya menyerang benteng Hizbullah di selatan ibu kota Lebanon pada Jumat (28/3), sebagai tanggapan atas tembakan roket setelah mengeluarkan perintah evakuasi.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyebut serangan itu sebagai "pelanggaran nyata" terhadap gencatan senjata 27 November antara Israel dan Hizbullah.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, Israel wajib menarik pasukan dari Lebanon pada tanggal 18 Februari, setelah gagal memenuhi tenggat waktu pada bulan Januari.

Namun Israel tetap menempatkan pasukannya di lima pos di Lebanon yang dianggap "strategis".

(dna)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |