Jajarans Festival 2026 Jadi Panggung UMKM Lokal Bandung Barat

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT - Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail berkomitmen mengembangkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sebab, sektor ini terbukti menjadi urat nadi perekonomian lokal, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bentuk komitmen itu di antaranya dengan menghadirkan Jajarans Festival 2026 yang digelar di 7-9 Agustus 2026 di Kota Baru Parahyangan. Event itu merupakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bandung Barat ke-19. Lebih istimewanya lagi, Jajarans Festival ini terselenggara tanpa dana dari Pemkab Bandung Barat.

"Semoga Jajarans ini menjadi sarana dalam memeriahkan bagi masyarakat Bandung Barat dan menggerakan roda perekonomian masyarakat," kata Jeje.

Bukan hanya kuliner dengan menghadirkan puluhan produk UMKM lokal, Jajarans Festival juga menjadi ruang hiburan dan siraman rohani serta silaturahmi masyarakat Bandung Barat tanpa sekat. Ada tausiyah dari Ustadz Taufiqurrahman dan penyangi religi, Opick. Kemudian ada d'Masiv, Geisha, Ade Astrid, Sandrina dan Tasya DA.

Meriahnya Jajarans Festival yang menyedot perhatian publik ini membalikkan stereotip bahwa pesta rakyat mesti menghamburkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun mendapat dukungan dari berbagai pihak.

"Jajarans ini hadir sebagai ruang hiburan dan kebersamaan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi yang ke-19 KBB. Perlu saya sampaikan, bahwa Jajarans ini sama sekali tidak menggunakan APBD, murni menggunakan dukungan berbagai pihak," ujar Jeje.

Dalam momen tersebut, Bupati Jeje dan Wakilnya, Asep Ismail turut memberikan santunan berupa sembako untuk 190-an warga kurang mampu. Hal tersebut menjadi setitik perhatian pemerintah dalam meringankan beban masyarakat.

Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan pada Setda Kota Cimahi Fauzan Azima mengatakan, Jajarans Festival ini tentunya akan sangat berdampak positif terhadap perekonomian di Bandung Barat. Dimana produk UMKM lokal bisa terwadahi dan lebih dikenal masyarakat.

"Pada prinsipnya tentunya kegiatan itu akan berdampak terhadap perekonomian. Produk lokal Bandung Barat bisa lebih dikenal lagi. Apalagi kita ketahui UMKM kita kan tentunya berkualitas," kata Fauzan.

Menurut Fauzan, UMKM ini menjadi salah satu penopang perekonomian di Kabupaten Bandung Barat. Hal itu bisa dibuktikan ketika pandemi COVID-19 melanda, dimana UMKM tetap bertahap dibandingkan sektor lainnya.

"UMKM ini bidang yang sudah teruji dan kuat. Ketika sektor lain sedang krisis, UMKM tetap strugle dan roda perekonomiannua terus berjalan. Tentunya ini menjadi salah satu tulang punggung penggerak perekonomian di kita," kata dia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |