Tim gabungan yang melibatkan Balai Registrasi Gunung Dempo.(Dok. Antara)
JALUR pendakian Gunung Dempo di Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan (Sumsel), kini dipastikan kembali aman dan kondusif bagi para pecinta alam. Kepastian ini menyusul keberhasilan tim gabungan mengevakuasi seorang pendaki berinisial RD yang sempat memicu keresahan karena membawa senapan angin dan melontarkan ancaman kepada pendaki lain.
Sekretaris Balai Registrasi Gunung Dempo (BRIGADE), Desta Ndruru, mengungkapkan bahwa RD, yang merupakan warga Kabupaten Lahat, melakukan aksi meresahkan tersebut pada Senin (27/7) di jalur pendakian Gunung Dempo. Laporan mengenai keberadaan pendaki bersenjata tersebut segera direspons dengan tindakan cepat oleh tim gabungan.
“Saat mendaki, RD diduga membawa senapan angin dan berulang kali mengeluarkan pernyataan yang mengancam keselamatan pendaki lain, yakni mengaku tengah mencari pendaki asal Palembang untuk dijadikan tumbal,” ujar Desta di Pagar Alam, Rabu (29/7).
Operasi penanganan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari BRIGADE, Basarnas, BPBD, TNI, Tagana, relawan, hingga pihak keluarga RD. Setelah dilakukan pencarian, RD berhasil ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat. Proses evakuasi berlangsung lancar tanpa adanya perlawanan maupun insiden yang membahayakan petugas di lapangan.
Setibanya di kaki gunung Dempo, petugas gabungan memutuskan untuk tidak menempuh jalur hukum. RD diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga guna mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk rencana perawatan medis di rumah sakit untuk memulihkan kondisinya.
Dengan selesainya proses evakuasi tersebut, pengelola Gunung Dempo bersama unsur SAR memastikan bahwa potensi ancaman di jalur pendakian telah teratasi sepenuhnya. Para pendaki kini dapat kembali melakukan aktivitas pendakian dengan tenang dan nyaman tanpa perlu merasa khawatir akan gangguan keamanan. (Ant/H-3)
















































