Jelang Puncak Hujan Meteor Perseid, Ini Cara Terbaik Menyaksikannya

1 week ago 37
Jelang Puncak Hujan Meteor Perseid, Ini Cara Terbaik Menyaksikannya Meteor Perseid(Dok NASA Science)

FENOMENA Astronomi yaitu Hujan meteor Perseid diperkirakan mencapai puncaknya pada malam 12 hingga dini hari 13 Agustus 2026. Menurut NASA, fenomena ini bertepatan dengan fase Bulan Baru sehingga kondisi langit tampak lebih gelap.

Menurut NASA, hujan meteor tahunan ini menjadi salah satu yang paling banyak terlihat dengan potensi sekitar 50 hingga 100 meteor per jam pada saat puncaknya. 

Perseid juga dikenal karena kemunculan bola api (fireballs), yaitu meteor yang tampak lebih terang, lebih besar, dan meninggalkan jejak cahaya lebih lama dibandingkan meteor biasa. 

Meteor Perseid

Hujan meteor Perseid merupakan salah satu fenomena astronomi tahunan yang terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu yang ditinggalkan komet 109P/Swift-Tuttle. Saat partikel debu tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, gesekan dengan udara membuatnya berpijar dan tampak sebagai garis cahaya yang dikenal sebagai meteor atau bintang jatuh.

Nama Perseid berasal dari rasi bintang Perseus karena meteor tampak seolah-olah memancar dari arah rasi tersebut. Meski demikian, meteor sebenarnya dapat muncul di berbagai bagian langit sehingga pengamat tidak harus terus mengarahkan pandangan ke rasi Perseus.

Tips menonton

Hujan meteor Perseid paling baik diamati di Belahan Bumi Utara pada jam-jam sebelum fajar, meski dalam beberapa kesempatan meteor dari hujan ini dapat mulai terlihat sejak malam hari. 

Untuk menyaksikannya, arahkan pandangan ke timur laut setelah langit benar-benar gelap dan cari rasi bintang Perseus yang mulai muncul di cakrawala. Meski meteor tampak berasal dari arah rasi tersebut, meteor dapat melintas di berbagai bagian langit. 

Supaya dapat memperoleh pemandangan terbaik, pilih lokasi terbuka yang minim polusi cahaya, tetap berada di luar hingga larut malam saat bintang-bintang semakin tinggi, serta beri waktu sekitar 30 menit agar mata menyesuaikan diri dengan kondisi gelap sebelum mulai mengamati. 

Kondisi langit yang diperkirakan lebih gelap karena bertepatan dengan fase Bulan Baru, masyarakat memiliki peluang lebih baik untuk menyaksikan meteor melintas tanpa memerlukan teleskop atau peralatan khusus. 

Selama cuaca mendukung dan lokasi pengamatan minim polusi cahaya, fenomena ini dapat menjadi kesempatan untuk menikmati salah satu hujan meteor paling aktif setiap tahunnya. (H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |