Ilustrasi(Anadolu Agency/Shady Alassar )
SATU anak buah kapal (ABK) dinyatakan hilang setelah kapal kargo M/V RMS TEAM menjadi sasaran serangan pesawat nirawak (drone) di perairan Laut Hitam. Kapal tersebut dioperasikan oleh perusahaan pelayaran asal Turki, Akkon Lines.
"Dengan sangat menyesal kami menginformasikan bahwa kapal M/V RMS TEAM mengalami serangan drone saat sedang berlayar di Laut Hitam," demikian pernyataan resmi pihak operator kapal yang dirilis pada Jumat (21/8/2026).
Serangan udara tersebut memicu kebakaran hebat di area akomodasi dan ruang mesin. Api kemudian menjalar dengan cepat ke area penyimpanan kontainer kargo. Pihak operator menyatakan bahwa berdasarkan informasi terkini, kapal beserta seluruh muatannya kemungkinan besar mengalami rusak total.
Sebanyak 11 ABK berhasil diselamatkan oleh sebuah kapal yang melintas di dekat lokasi kejadian sesaat setelah serangan terjadi. Namun, satu anggota kru dilaporkan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim penyelamat.
Wilayah Laut Hitam dan Laut Azov terus mengalami peningkatan ketegangan sepanjang musim panas tahun ini. Ukraina dilaporkan meningkatkan intensitas serangan terhadap infrastruktur logistik serta kapal-kapal sipil yang membawa komoditas pertanian, seperti biji-bijian dan minyak bunga matahari.
Insiden ini menambah daftar panjang kapal asal Turkiye yang menjadi sasaran di wilayah konflik tersebut. Menanggapi situasi yang kian berbahaya, Pemerintah Turkiye telah mengusulkan pembentukan mekanisme khusus kepada Pemerintah Rusia dan Ukraina.
Usulan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya serangan lanjutan terhadap kapal-kapal dagang yang beroperasi di perairan Laut Hitam guna menjamin keamanan jalur logistik internasional. (Ant/I-1)













































