Perkuat Kemitraan Petani untuk Jaga Kualitas Ekspor

6 hours ago 5
Perkuat Kemitraan Petani untuk Jaga Kualitas Ekspor Suasana puncak HUT ke-31 PT Mitratani Dua Tujuh, dari kanan ke kiri, Komisaris PT Mitratani Dua Tujuh Bambang Eko Prasetyo, Komisaris Utama PT Mitratani Dua Tujuh Winarto, Direktur PT Mitratani Dua Tujuh Yogi Subaktyana, dan Ketua Serikat Pekerja Agroindus(Dok. PT Mitratani Dua Tujuh)

KENAIKAN biaya produksi, perubahan regulasi, hingga fluktuasi harga input pertanian menjadi tantangan yang harus dihadapi pelaku agroindustri. Kondisi tersebut tidak hanya menuntut efisiensi di tingkat perusahaan, tetapi juga penguatan rantai pasok dari sisi hulu agar produktivitas dan kualitas hasil pertanian tetap terjaga.

Di tengah tantangan tersebut, PT Mitratani Dua Tujuh memperkuat kemitraan dengan petani sekaligus melakukan pembaruan tata nilai budaya kerja untuk meningkatkan daya saing bisnis. Langkah itu dilakukan dalam rangkaian peringatan ulang tahun ke-31 perusahaan di Jember, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Salah satu agenda yang dilakukan adalah peluncuran tata nilai budaya kerja baru bernama Go Fresh. Kerangka tersebut mencakup sejumlah prinsip terkait keunggulan operasional, keandalan, serta penerapan standar mutu tinggi.

Direktur PT Mitratani Dua Tujuh, Yogi Subaktyana, mengatakan pembaruan budaya kerja diperlukan untuk merespons tekanan terhadap operasional perusahaan yang semakin kompleks.

Menurut dia, perubahan kebijakan sektoral, fluktuasi harga bahan bakar, serta kenaikan harga pupuk menjadi sejumlah faktor yang meningkatkan beban operasional. Kondisi tersebut sekaligus mendorong perusahaan untuk mempercepat transformasi, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital.

"Melalui internalisasi budaya kerja baru, kami mendorong efisiensi dan profesionalitas agar perusahaan tetap memberi manfaat bagi ekosistem pertanian," tutur Yogi dikutip Sabtu (22/8).

Selain melakukan pembenahan internal, perusahaan memperkuat keberlanjutan rantai pasok melalui pengelolaan kemitraan dengan petani.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 18 petani mitra berprestasi dari Jember, Lumajang, dan Probolinggo menerima apresiasi berdasarkan akumulasi poin kinerja. Apresiasi diberikan dalam bentuk fasilitas yang dapat menunjang kegiatan sehari-hari dan operasional pertanian, mulai dari traktor tangan, perangkat elektronik rumah tangga, hingga alat komunikasi.

Pemberian fasilitas tersebut menjadi bagian dari skema kemitraan yang menghubungkan kebutuhan industri dengan produktivitas petani di tingkat hulu. Bagi perusahaan, kualitas bahan baku menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga standar produk yang dihasilkan.

Sementara bagi petani, kepastian penyerapan hasil panen menjadi salah satu manfaat utama dari pola kemitraan tersebut.

Perwakilan petani mitra dari Lumajang, Eko Suprayitno, mengatakan kerja sama dengan perusahaan memberikan kepastian pasar di tengah kondisi pasar pertanian yang dapat berubah.

"Selain memberikan kepastian pasar yang jelas, standar ketat perusahaan mendorong kami untuk konsisten menghasilkan komoditas dengan kualitas ekspor," jelas Eko.

Penguatan kemitraan petani juga berkaitan dengan upaya menjaga keberlangsungan industri secara keseluruhan. Rantai pasok agroindustri membutuhkan kesinambungan pasokan bahan baku sekaligus konsistensi kualitas agar dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Dari sisi ketenagakerjaan, Ketua Serikat Pekerja Agroindustri (SPA) PT Mitratani Dua Tujuh turut menyoroti kontribusi perusahaan dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Mitratani Dua Tujuh, Winarto, meminta manajemen menjadikan momentum ulang tahun perusahaan sebagai titik evaluasi terhadap daya saing korporasi.

Ia menekankan pentingnya integritas dan kolaborasi dalam menjaga ketahanan operasional serta kondisi finansial perusahaan di tengah perubahan lingkungan bisnis.

Rangkaian peringatan ulang tahun ke-31 tersebut mengusung tema 'Menguatkan Fondasi, Menggerakkan Inovasi, Menghadirkan Kualitas'. Selain agenda terkait operasional dan kemitraan, kegiatan juga mencakup pembangunan fasilitas sosial dan keagamaan.

Perusahaan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Harits serta menyalurkan dana tanggung jawab sosial kepada 31 anak yatim dari tiga yayasan sosial.

Di sisi pengembangan sumber daya manusia, perusahaan juga memperkenalkan program apresiasi berupa kesempatan ibadah umrah bagi karyawan dengan kinerja unggul yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang. (E-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |