Pengembangan Potensi Ekonomi Desa harus Diiringi Perluasan Akses Pasar

7 hours ago 4
Pengembangan Potensi Ekonomi Desa harus Diiringi Perluasan Akses Pasar ​Division Head CSR PGN Krisdyan Widagdo memberikan keterangan di Sleman, DIY.(Antara)

Pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa perlu dibarengi dengan pembukaan akses pasar yang lebih luas agar produk dan usaha lokal dapat berkembang secara berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan Suadesa Festival 2026 di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mendapat dukungan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Division Head CSR PGN Krisdyan Widagdo mengatakan potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat desa tidak akan berkembang optimal apabila hanya mengandalkan pasar di lingkungan sekitar. Karena itu, pelaku usaha perlu dipertemukan dengan konsumen, pengetahuan, serta jejaring bisnis yang dapat membuka peluang pertumbuhan baru.

"Potensi masyarakat perlu dipertemukan dengan pasar, pengetahuan dan jejaring yang dapat membantunya berkembang. Melalui Suadesa Festival, PGN berharap semakin banyak pelaku usaha warga desa yang dikenal, memperoleh konsumen baru dan membangun hubungan kerja sama berkelanjutan," kata Krisdyan di Sleman, Jumat.

Menurut dia, pembukaan akses pasar menjadi bagian penting dalam pemberdayaan masyarakat karena dapat mendorong peningkatan transaksi sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi pelaku UMKM. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa dalam jangka panjang.

Dukungan PGN terhadap kegiatan tersebut disalurkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Suadesa Festival 2026 berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 di Kedai Bahagia, Gandok Tambakan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman.

Festival tersebut melibatkan 35 pelaku UMKM warga setempat dan binaan PGN serta 75 pelaku seni dan komunitas lokal. Kegiatan tidak hanya menjadi ruang promosi produk, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat, komunitas, dan calon konsumen.

Suadesa Festival 2026 mengusung empat program utama, yakni Pasar UMKM Suadesa, Panggung Suadesa, Workshop Suadesa, dan Suadesa Peduli. Pasar UMKM Suadesa menjadi salah satu ruang utama bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memasarkan produk kepada pengunjung. Sementara Panggung Suadesa menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, mulai dari Kirab Bregodho, Hadroh, dan Badui hingga penampilan grup musik The Rain dan Jikustik. Adapun Workshop Suadesa menghadirkan kegiatan edukasi yang berkaitan dengan pengembangan potensi masyarakat. Sementara Suadesa Peduli menjadi bagian kegiatan yang mengangkat kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Inisiator Suadesa Festival Bakkar Wibowo mengatakan festival tersebut merupakan upaya menciptakan ruang ekonomi baru yang disesuaikan dengan potensi wilayah. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Karangrejo, Borobudur, pada 2025. Menurut Bakkar, festival tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan transaksi selama acara berlangsung. Interaksi yang terbentuk antara pelaku UMKM, masyarakat, komunitas, dan mitra diharapkan dapat berkembang menjadi jejaring bisnis setelah festival selesai.

"Suadesa Festival hanyalah pemantik dalam menciptakan ruang baru untuk mempertemukan potensi ekonomi warga dengan publik ataupun mitra, dengan harapan akan membuka pintu baru untuk kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan," kata Bakkar.

Krisdyan mengatakan keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat juga ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha memanfaatkan akses yang telah terbuka. Karena itu, PGN berharap festival dapat menjadi titik awal bagi terbentuknya hubungan bisnis baru yang terus berkembang setelah kegiatan berakhir.

"Potensi masyarakat perlu dipertemukan dengan pasar, pengetahuan dan jejaring yang dapat membantunya berkembang," paparnya.

Melalui kolaborasi antara korporasi, pemerintah padukuhan, pelaku UMKM, serta komunitas seni dan budaya, Suadesa Festival diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal agar potensi usaha masyarakat desa dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan. (Ant/E-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |