Karhutla di Jawa Barat Meluas ke 14 Kabupaten dan Kota, 61 Hektare Lahan Terbakar

2 weeks ago 6
Karhutla di Jawa Barat Meluas ke 14 Kabupaten dan Kota, 61 Hektare Lahan Terbakar Seorang warga memotret kebakaran hutan yang terjadi di Gunung Jati, Desa Jatisari, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (27/7/2026).(ANTARA/RAISAN AL FARISI)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan peningkatan signifikan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Hingga Rabu (29/7), tercatat sebanyak 58 kejadian karhutla telah melanda berbagai titik di Jawa Barat.

Juru Bicara BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, merinci bahwa puluhan kejadian tersebut tersebar di 14 kabupaten dan kota, mencakup 58 desa/kelurahan di 47 kecamatan. Dampak kerusakan lingkungan akibat api kini mulai meluas.

"Total luas lahan yang terbakar telah mencapai 61,86 hektare," ungkap Hadi dalam keterangan resminya, Rabu (29/7).

Wilayah Terdampak Paling Parah

Berdasarkan data BPBD, Kabupaten Sumedang menjadi wilayah dengan frekuensi kejadian karhutla tertinggi. Posisi selanjutnya diikuti oleh Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Cirebon yang juga mencatatkan angka kebakaran cukup tinggi selama musim kemarau ini.

Meski jumlah kejadian terus bertambah, Hadi memastikan bahwa seluruh titik api berhasil dikendalikan. Sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam penanganan cepat di lapangan.

"Seluruh peristiwa karhutla berhasil dipadamkan dalam waktu beberapa jam. BPBD bekerja bersama unsur kebencanaan lain di daerah, termasuk Polri dan TNI," lanjutnya.

Imbauan dan Mitigasi Masyarakat

Memasuki puncak musim kemarau, BPBD Provinsi Jawa Barat meminta masyarakat untuk lebih waspada dan tidak melakukan tindakan yang memicu munculnya titik api. Aktivitas sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah di lahan terbuka dapat berakibat fatal.

Imbauan BPBD Jawa Barat:

  • Hindari membakar lahan atau sampah di area terbuka selama musim kemarau.
  • Jangan membuang puntung rokok sembarangan di area yang mudah terbakar.
  • Segera laporkan temuan titik api kepada aparat desa atau kantor BPBD setempat.

Hadi menegaskan bahwa pencegahan dini jauh lebih efektif daripada pemadaman. "Pencegahan adalah langkah terbaik untuk melindungi lingkungan dan keselamatan bersama," pungkasnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |