Kasus Campak Merebak, Vaksinasi dan Edukasi Perlu Diperkuat

5 hours ago 2

Dokter menyiapkan vaksin campak sebelum di suntikan kepada seorang anak di Rumah Vaksinasi Pusat, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kasus campak di Indonesia meningkat dalam beberapa bulan terakhir dan menjadi perhatian berbagai pihak.  Vaksinasi dan edukasi publik harus ditingkatkan agar penyebaran dapat dikendalikan.

Data Kementerian Kesehatan mencatat 59 kejadian luar biasa yang tersebar di 39 kabupaten kota dan 14 provinsi, dengan total 2.740 kasus sejak awal 2026.

Anggota Komisi IX DPR RI Pulung Agustanto mengatakan, pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran campak.

Politisi PDIP itu mengatakan, program imunisasi yang telah lama berjalan perlu diperkuat agar kasus tidak kembali meningkat. “Kenapa sekarang merebak lagi? Ini adalah alarm bahaya yang mesti diwaspadai,” kata Pulung dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).

Pulung menjelaskan, salah satu faktor yang perlu dibenahi adalah ketersediaan vaksin di daerah. Ia menemukan masih ada wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan vaksin campak.

“Karena itu saya meminta Kemenkes untuk memastikan keberadaan vaksin campak sampai ke seluruh pelosok.”

Selain itu, ia menilai edukasi publik juga perlu diperkuat. Masih ada sebagian masyarakat yang menolak vaksinasi karena terpengaruh informasi yang tidak tepat. “Kemenkes harus terus melakukan edukasi sesuai dengan kultur dan latar belakang keyakinan masyarakat.”

Pulung menekankan, keberhasilan program vaksinasi sangat bergantung pada cakupan imunisasi yang tinggi di masyarakat.

“Jika masih ada anggota masyarakat yang punya pandangan negative terhadap vaksin, ya, wajib didekati dengan serius. Jangan dibiarkan begitu saja. Karena akan menganggu keberhasilan program vaksin ini.”

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |