KEK Disiapkan Jadi Lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia

5 hours ago 8

Pemerintah mempertimbangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) atau International Financial Center (IFC). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mempertimbangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) atau International Financial Center (IFC). Opsi tersebut dinilai menjadi yang paling cepat karena infrastruktur dan berbagai insentif di KEK telah tersedia.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan PFII merupakan program khusus yang berbeda dengan KEK. Namun, keduanya dapat saling melengkapi.

"Kalau ini berbasis kawasan, sedangkan IFC satu program khusus. Akan lebih mudah kalau posisinya berada di dalam kawasan ekonomi khusus," ujar Susiwijono di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menurut dia, pemerintah masih mengkaji lokasi PFII. Namun, KEK yang telah beroperasi dinilai paling siap karena sudah memiliki berbagai fasilitas dan insentif bagi investor.

Insentif tersebut meliputi tax holiday, pembebasan bea masuk, fasilitas perpajakan impor dan ekspor, serta kemudahan penggunaan tenaga kerja asing. Seluruhnya telah diatur dalam undang-undang maupun peraturan pemerintah.

Susiwijono mengatakan pemerintah juga berpacu dengan waktu. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) mengamanatkan pembentukan regulasi PFII dalam waktu tiga bulan.

"Kalau mau cepat, implementasinya paling tepat berada di kawasan ekonomi khusus. Programnya berdiri sendiri, tetapi lokasinya di kawasan KEK," katanya.

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat peran KEK sebagai pusat investasi baru. Salah satunya melalui kerja sama KEK Singhasari dengan Indian Institute of Management (IIM) Bangalore untuk mengembangkan pendidikan manajemen bertaraf internasional di Indonesia.

Susiwijono mengatakan pengembangan KEK kini tidak hanya berfokus pada kawasan industri, tetapi juga pendidikan, teknologi, inovasi, dan pengembangan talenta untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi delapan persen.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |