Keluarga Satpam Korban Pembunuhan di Waduk Jatiluhur Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

2 weeks ago 3
Keluarga Satpam Korban Pembunuhan di Waduk Jatiluhur Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan Penyerahan secara simbolis dari pimpinan BPJS Ketenagakerjaan kepada Ahli waris Satpam yang tewas di Waduk Jatiluhur.(MI/Reza Sunarya)

KELUARGA Sumarna, petugas keamanan yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp418.133.773. 

Santunan diserahkan langsung kepada ahli waris sebagai bentuk perlindungan jaminan sosial bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Diketahui, Sumarna meninggalkan seorang istri bernama Siti Maryam dan dua orang anak.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Trisna Sonjaya, mengatakan santunan yang diberikan merupakan hak ahli waris dan dibayarkan secara langsung.

Selain santunan kematian dan manfaat lainnya, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan beasiswa pendidikan bagi dua anak almarhum.

Menurut Trisna, kedua anak Sumarna yang saat ini duduk di bangku SMK kelas XII dan SD kelas IV akan memperoleh manfaat beasiswa sesuai ketentuan program BPJS Ketenagakerjaan.

"Adapun rincian manfaat yang diterima ahli waris meliputi santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) meninggal sebesar Rp264.537.088, Jaminan Hari Tua (JHT) Rp10.685.285, manfaat Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp411.400 per bulan, serta beasiswa bagi dua orang anak dengan nilai maksimal Rp142.500.000." kata Trisna, Kamis (30/7).

Sementara itu, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, mengapresiasi penyerahan santunan tersebut kepada keluarga korban.

Om Zein menyebut bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan menjadi bentuk nyata perlindungan bagi pekerja dan keluarga yang ditinggalkan.

"Pada hari ini sudah dilaksanakan pemberian manfaat BPJS sebesar Rp418 juta dan diterima keluarga. Itu suatu hal yang sangat kami hargai sekali," kata Om Zein.

Diketahui, Sumarna, 42, merupakan petugas keamanan yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta pada Jumat (24/7). Hingga kini, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.(RZ/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |