Pengoperasian bank sampah di Kota Cirebon menjadi salah satu upaya penanganan sampah di daerah ini.(MI/NURUL HIDAYAH)
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Cirebon memanfaatkan musim kemarau untuk melakukan perbaikan drainase, sungai dan saluran air.
“Drainase yang kering memudahkan untuk melakukan pengerukan sampah sedimentasi. Termasuk melakukan perbaikan senderan,” tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Iing Daiman, Rabu (29/7).
Untuk itu, lanjutnya, Pemkot Cirebon segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sungai guna memastikan penanganan sampah di aliran sungai berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Langkah tersebut dipersiapkan untuk mendukung rencana pemasangan trash barrier di sejumlah titik sungai.
Menurut dia, Satgas Sungai bertugas melakukan pengawasan, perawatan alat, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.
Pemasangan trash barrier dilakukan untuk melokalisasi sampah sehingga tidak hanyut ke bagian hilir sungai. Diharapkan sampah lebih mudah diangkut sebelum menumpuk di muara atau terbawa hingga ke laut.
Dijelaskan IIng, Pemkot Cirebon melibatkan banyak sektor untuk menangani permasalahan sampah di sungai.
“Persoalan sampah di sungai tidak bisa lagi ditangani secara sektoral. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas instansi agar penanganannya berjalan terintegrasi,” jelasnya.
LINTAS SEKTORAL
Untuk itu Pemkot Cirebon pun telah menggelar rapat lintas sektor untuk menangani permasalahan sampah di sungai. Sejumlah kesepakatan pun telah tercapai.
Diantaranya disepakati Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang bersama BBWS Cimanuk Cisanggarung akan melakukan kajian teknis mengenai lokasi pemasangan trash barrier agar tidak mengganggu aliran sungai.
Dinas Lingkungan Hidup akan bertanggung jawab mengangkut sampah yang tertahan di trash barrier. Sementara untuk penataan kawasan bantaran sungai agar tetap bersih dan tertib dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Cirebon.
Selain itu pemerintah juga menyiapkan peran aktif camat dan lurah sebagai ujung tombak edukasi kepada masyarakat. Upaya tersebut akan diperkuat melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari sektor swasta.
”Sinergi seluruh pihak diharapkan dapat menjadikan sungai di Kota Cirebon lebih bersih sekaligus mengurangi potensi banjir saat musim penghujan tiba,” tandas Iing.
















































