Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat peletakan batu pertama pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka(MI/BAYU ANGGORO)
PEMBANGUNAN Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Kabupaten Bandung kembali dimulai, Rabu (29/7).
Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kepala daerah di Bandung Raya, serta berbagai pihak terkait lainnya.
Wakil Menteri ESDM menjelaskan kehadiran TPPAS Legok Nangka menjadi solusi untuk mengatasi tumpukan sampah di Bandung Raya. Fasilitas modern ini tidak hanya mengolah sampah secara masif untuk menciptakan lingkungan dan kesehatan masyarakat yang lebih baik, tetapi juga menghasilkan energi baru terbarukan (EBT) yang berkelanjutan.
"Ini akan memecahkan tumpukan sampah, ini akan bisa terolah, sehingga nanti menimbulkan dampak lingkungan yang lebih baik, dan juga terhadap kesehatan masyarakat. Dan juga kita akan mendapatkan energi yang secara berkelanjutan, energi bersih dalam bentuk energi baru terbarukan," kata Yuliot.
Dari sisi kapasitas dan penyerapan tenaga kerja, dia merinci bahwa fasilitas ini akan menyerap hingga 1.500 tenaga kerja serta menghasilkan daya listrik sekitar 40 megawatt. Proyek ini dinilai akan memperkuat ketersediaan pasokan energi di Provinsi Jawa Barat.
"Untuk kegiatan ini, total tenaga kerja yang akan terserap nanti ada 1.500 tenaga kerja dan akan menghasilkan listrik sekitar 40 megawatt. Ini akan memperkuat ketersediaan energi di Provinsi Jawa Barat. Jadi penyerapan tenaga kerja juga akan terlihat dalam pelaksanaan kegiatan ini," katanya.
Yuliot juga menekankan bahwa kelancaran proyek ini terwujud berkat sinergi dan dukungan lintas sektoral, mulai dari kementerian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga seluruh lapisan masyarakat.
"Harapannya sesuai dengan target pembangunan pada 2029 ini sudah akan bisa dilakukan COD," katanya.
Pembangunan TPPAS Legok Nangka, lanjut dia, merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden. Pemerintah Pusat menargetkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu serupa di berbagai aglomerasi strategis lainnya.
"Ada beberapa fasilitas pengolahan sampah terpadu seperti ini yang dilakukan. Yang pertama ini di Jawa Barat dan juga nanti akan kita lakukan juga di beberapa aglomerasi, di antaranya ada Bogor Raya, Bekasi Raya. Jadi dengan adanya prioritas sesuai dengan instruksi Presiden, kita mengharapkan seluruh sampah khususnya di Jawa Barat bisa terselesaikan. Ketersediaan energi bisa ditingkatkan yang berasal dari pengolahan sampah untuk menjadi energi," katanya.
KONSISTENSI KEPEMIMPINAN
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan realisasi TPPAS Legok Nangka merupakan hasil konsistensi kepemimpinan daerah lintas periode.
"Provinsi kan sejak kepemimpinan Pak Ahmad Heryawan, kemudian Pak Bey Machmudin sampai hari ini berhasil mewujudkan seluruh ide gagasan itu dalam langkah yang lebih nyata. Ada investasinya, kemudian ada investornya, dan ada pelaksanaan kegiatannya setelah seluruh regulasi terpenuhi berdasarkan rekomendasi dari Kementerian ESDM," katanya.
Dia menilai kehadiran proyek ini tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk mendidik masyarakat serta mendongkrak kualitas hidup.
"Ini akan menjadi salah satu alat picu untuk membangun sebuah sistem pengolahan sampah yang modern. Kemudian juga mendidik masyarakat tertib dan hidup bersih. Selain itu juga meningkatkan kualitas udara serta meningkatkan kualitas lingkungan," tandasnya.
















































