Kepala Junta Tetap Hadiri KTT BIMSTEC di Bangkok Usai Gempa Myanmar

15 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Junta Militer Myanmar Min Aung Hlaing tetap menghadiri puncak Bay of Bengal Initiative for Multi-Sectoral Technical and Economic Cooperation (BIMSTEC) di Bangkok, Thailand, pada Jumat (4/4) waktu setempat.

Ia memenuhi undangan di tengah proses evakuasi korban dan penanganan gempa di Myanmar yang terjadi sepekan terakhir. Momen ini juga menandai kali pertama Aung Hlaing berada di Bangkok sejak kudeta militer pada 2021.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Anadolu, Min Aung Hlaing mendarat di Bangkok pada Kamis (3/4). Ia bergabung dengan para pemimpin yang menjadi anggota BIMSTEC, termasuk Perdana Menteri India Narendra Modi hingga PM Nepal K. P. Sharma Oli.

PM Thailand Paetongtarn Shinawatra juga turut hadir sebagai tuan rumah. Ia sempat menyambut kehadiran Min Aung Hlaing dan berdialog di sela-sela agenda puncak.

Dalam dialog itu, Min Aung Hlaing menuturkan komitmennya menggelar Pemilu pada Desember 2025, meski Myanmar baru dilanda bencana. Ia kemudian menegaskan rencana rezim junta militer untuk terus maju melaksanakan roadmap politik mereka.

Min Aung Hlaing juga menggelar dialog dengan pemimpin negara lain, seperti Modi dan Oli. Dua pemimpin negara Asia Selatan itu sama-sama mengungkapkan belasungkawa atas gempa bumi yang melanda Myanmar.

[Gambas:Video CNN]

Modi juga menegaskan dukungan India terhadap upaya pemulihan Myanmar setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 itu melanda Jumat (28/7).

"Sekali lagi, saya menyampaikan belasungkawa atas hilangnya nyawa dan kerusakan harta benda imbas gempa bumi baru-baru ini," ujar Modi.

"India melakukan segala upaya untuk membantu saudara-saudara kita di Myanmar pada masa kritis ini," sambungnya.

KTT BIMSTEC diselenggarakan di Bangkok pada 2-4 April 2025. Ajang itu dihadiri pemimpin negara dari Thailand, Myanmar, India, Bangladesh, Nepal, Sri Lanka, dan Bhutan.

Pemimpin regional Asia Selatan dan Asia Tenggara itu bertemu untuk memperkuat kerja sama sektor ekonomi dan sektor teknis lainnya.

Sementara itu, Min Aung Hlaing tetap hadir meski sempat muncul spekulasi dirinya batal bergabung karena Myanmar masih belum pulih akibat gempa bumi.

Jumlah korban tewas akibat gempa bumi Myanmar juga telah meningkat hingga lebih dari 3.000. Angka itu diumumkan junta militer Myanmar pada Kamis (3/4) atau enam hari sejak diguncang gempa M 7,7.

Pernyataan dari juru bicara junta mengatakan bahwa 3.085 kematian telah dikonfirmasi, dengan 341 orang masih hilang dan 4.715 orang terluka.

(frl/chri)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |