Kerang Manila Invasif Tembus Pantai Timur AS, Ilmuwan Dokumentasikan Momen Langka

4 hours ago 1
Kerang Manila Invasif Tembus Pantai Timur AS, Ilmuwan Dokumentasikan Momen Langka Kerang Manila di Atlantik timur laut AS.(Dok. MIT Sea Grant)

UNTUK pertama kalinya, para ilmuwan berhasil mendokumentasikan momen awal ketika kerang Manila (Ruditapes philippinarum), salah satu spesies invasif paling sukses di dunia, mulai menetap di pesisir Atlantik timur laut Amerika Serikat. Penemuan ini menandai berakhirnya satu-satunya wilayah besar di Belahan Bumi Utara yang sebelumnya masih bebas dari keberadaan kerang tersebut.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Biological Invasions merupakan hasil kolaborasi peneliti dari University of Massachusetts Amherst, MIT Sea Grant, dan Center for Coastal Studies. Mereka menemukan bukti kuat bahwa kerang Manila tidak hanya hadir, tetapi juga telah mulai berkembang biak di sejumlah lokasi strategis di sekitar Boston Harbor dan Cape Cod.

Berawal dari Pesan Singkat

Menariknya, penelitian besar ini bermula dari sebuah interaksi sederhana melalui pesan singkat. Pada musim panas 2025, seorang mahasiswa University of Rhode Island, El Fernekees Hartshorn, mengirimkan foto seekor kerang yang diduga sebagai kerang Manila kepada peneliti Aly Putnam. Temuan awal tersebut memicu penyelidikan lebih mendalam yang akhirnya mengungkap keberadaan populasi hidup di wilayah tersebut.

Tim peneliti kemudian melakukan pengambilan sampel di beberapa pantai dengan menggunakan metode penyaringan sedimen. Hasilnya, mereka menemukan puluhan kerang muda yang masih hidup, sebuah indikator jelas bahwa spesies tersebut telah berhasil bereproduksi di habitat barunya. Di waktu yang hampir bersamaan, kelompok peneliti lain di Cape Cod juga menemukan kerang Manila betina dengan tanda-tanda reproduksi aktif.

Dampak Ekonomi dan Ekologi

Kerang Manila aslinya berasal dari perairan Jepang, Tiongkok, dan Rusia timur. Selama lebih dari satu abad, spesies ini telah menyebar ke berbagai belahan dunia melalui aktivitas budidaya dan perdagangan hasil laut global. Saat ini, kerang tersebut telah menjadi komoditas ekonomi yang sangat bernilai, dengan taksiran nilai mencapai sekitar 7 miliar dolar AS (sekitar Rp113,4 triliun) setiap tahunnya.

Meski memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat menjadi sumber makanan bagi berbagai satwa pesisir, kehadiran kerang Manila di Pantai Timur AS tetap menimbulkan kekhawatiran ekologis. Spesies ini dikenal memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa sehingga berpotensi:

  • Bersaing memperebutkan sumber daya dengan spesies kerang asli lokal.
  • Melakukan hibridisasi dengan spesies lokal yang dapat mengubah genetika populasi asli.
  • Mengubah keseimbangan ekosistem pesisir jika populasinya meledak secara tidak terkendali.

Para peneliti kini tengah berupaya memetakan penyebaran kerang ini lebih luas dan memahami dampak ekologis jangka panjangnya. Penemuan ini dinilai sebagai kesempatan langka bagi dunia sains untuk mengamati secara langsung sejak tahap awal bagaimana sebuah spesies invasif membangun populasi baru dan memengaruhi ekosistem pesisir yang sebelumnya stabil. (Sea Grand MIT/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |