Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald Sinaga atau dikenal Bro Ron menjadi korban sasaran aksi pemukulan di daerah Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/5).
Peristiwa itu terekam dalam sebuah rekaman video dan turut diunggah Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni lewat akun Instagram-nya. Sahroni pun meminta aparat hukum bertindak tegas dan menyebut premanisme tak bisa dibiarkan dalam bentuk apapun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bro ron digebuk dalam proses mediasi di kantor salah satu lawfirm [kantor firma hukum], karena Bro ron kenal sama lawfirm tersebut," ujar Sahroni saat dihubungi, Selasa (5/5).
Sementara itu, Ronald alias Bro Ron menerangkan insiden itu terjadi saat dirinya mendampingi kolega melakukan audiensi dengan pimpinan firma Michael Putra and Partners (MPP) atas dugaan penggelapan dana PT SKS senilai Rp9 miliar.
Menurut Ronald, koleganya yang merupakan karyawan perusahaan itu, menuntut dana tersebut ke pimpinan firma MPP selaku pengelola dana.
"Gaji dan dana perusahaan yang lenyap tanpa penjelasan. Dana perusahaan dikelola oleh pimpinan MPP," ujar dia.
Ronald menyebut awalnya koleganya bersama beberapa karyawan lain, menggelar aksi di kantor MPP. Lalu, sekitar pukul 18.00 WIB, tiga orang yang mengatasnamakan keamanan meminta mereka keluar gedung.
"Terjadilah cekcok di antara tiga oknum ini, karyawan SKS, dan saya juga. Tapi akhirnya tiga oknum ini berhasil dipukul mundur oleh anggota Polsek Menteng yang sudah duluan hadir di lokasi," ujarnya.
Tak berselang lama, lanjut dia, tiga petugas keamanan itu kembali datang dan terlibat cekcok. Dan, sambungnya, terjadilah insiden pemukulan telak yang membuat kepalanya hingga berdarah.
"15 menit kemudian, 3 oknum ini naik kembali ke lantai 4 (lokasi Kantor MPP), seketika mulai lagi cekcok. Cekcok sekitar 10 detik setelah mereka muncul dari tangga, terjadilah pemukulan seperti di video," ujarnya.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan Ronald selaku korban telah membuat laporan polisi dan sudah diantarkan untuk proses visum. Selain itu, korban dan saksi juga telah dimintai keterangan.
Arnold membeberkan kedua pelaku pemukulan juga telah ditangkap. Kata dia, kedua pelaku masih diperiksa secara intensif.
"Terduga pelaku sebanyak dua orang sudah kami amankan di Polsek untuk di proses lanjut," kata Braiel kepada wartawan.
Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Kamaruddin mengatakan pihaknya mengecam aksi tersebut. Dia menilai kekerasan fisik sebagai serangan terhadap kemanusiaan yang tidak bisa ditoleransi.
"Kekerasan terhadap warga negara tidak dapat ditoleransi dalam negara hukum. Kejadian yang menimpa Bro Ron merupakan ancaman nyata atas kebebasan dan keamanan warga negara. Jangan pernah kompromi dengan kekerasan," kata Kamaruddin dalam keterangannya.
Oleh karena itu, PSI meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas para pelaku. Pihaknya mengaku akan terus memantau kasus tersebut dan memastikan hukum ditegakkan dengan adil.
"Semua yang terlibat dalam aksi pemukulan barbar ini harus ditindak tegas tanpa kecuali. Kami akan terus memantau kasus ini dan memastikan hukum bekerja sebagaimana mestinya dan memberikan efek jera bagi para pelaku," tutur dia.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, CNNIndonesia.com belum mendapatkan pernyataan dari firma hukum terkait yang jadi tempat pemukulan tersebut.
(dis/kid)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
1

















































