Komisi X DPR Mutakhirkan Data Sekolah Rusak Pascagempa NTT 7,7 M

5 hours ago 1
Komisi X DPR Mutakhirkan Data Sekolah Rusak Pascagempa NTT 7,7 M Salah satu sekolah yang rusak akibat gempa NTT.(Dok. Antara)

KOMISI X DPR RI tengah melakukan pemutakhiran data satuan pendidikan yang mengalami kerusakan akibat gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan dan bantuan pascabencana tepat sasaran.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan bahwa pendataan mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Selain infrastruktur, pihaknya juga menginventarisasi jumlah siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang menjadi korban atau terdampak langsung.

“Kami di Komisi X sedang memutakhirkan data kerusakan sekolah-sekolah kita di seluruh satuan pendidikan. Kemudian, kami sedang menginventarisasi jumlah siswa-siswi, guru, dan tenaga pendidik lainnya yang terdampak atau menjadi korban,” ujar Lalu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8/2026).

Percepatan Revitalisasi dan Dukungan Psikologis

Komisi X mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis guna memulihkan kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak. Beberapa poin utama yang ditekankan meliputi percepatan revitalisasi dan rehabilitasi gedung sekolah yang rusak, penyediaan fasilitas pembelajaran darurat agar siswa tetap bisa belajar, serta pemberian dukungan psikologis atau trauma healing bagi siswa dan tenaga pendidik.

Menurut Lalu, pemulihan kondisi psikologis sangat krusial agar para siswa dan guru memiliki kesiapan mental untuk kembali melaksanakan proses belajar mengajar secara normal.

Trauma healing menjadi hal yang sangat penting dilakukan saat-saat ini dalam rangka mengembalikan kepercayaan, khususnya siswa-siswi dan guru-gurunya,” tambahnya.

Kolaborasi Lintas Kementerian

Dalam waktu dekat, Komisi X DPR dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik terdampak di NTT. Kunjungan ini akan dilakukan bersama kementerian terkait, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

“Ayo kita sama-sama benahi, kita bantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di NTT,” tegas Lalu.

Gempa kuat bermagnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) dini hari. Meski sempat memicu peringatan dini tsunami dari BMKG, status tersebut telah berakhir pada pagi harinya. Sebagai langkah awal, Satuan Tugas Penanggulangan Pascabencana (Galapana) DPR telah meninjau lokasi sejak Minggu (16/8) untuk mengawal pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. (Ant/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |