Anggota Komisi VIII DPR RI, Ishfan Taufik Munggaran, menghadiri penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Cianjur(MI/BENNY BASTIANDY)
BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Komisi XIII DPR RI menguatkan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kehadirannya diharapkan bisa lebih memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur Pancasila.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Isfhan Taufik Munggaran, menuturkan pembentukan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Kabupaten Cianjur bersamaan masa reses. Relawan tersebut berasal dari berbagai etnis, golongan agama, serta para pelajar.
"Ada enam golongan agama, lalu delapan etnis, lalu adik-adik saya dari SMAN 1 Cianjur. Pada materi sudah saya sampaikan bahwa Pancasila itu jangan sampai jadi hapalan dan dibaca saja. Tapi harus jadi pedoman kehidupan sehari-hari," kata legislator Fraksi Partai Golkar itu di Cianjur, Rabu (29/7).
Dia menilai penerapan nilai-nilai Pancasila di kalangan masyarakat akhir-akhir cenderung mengalami degradasi. Karena itu, penting digalakkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah bangsa.
"Banyak yang teriak Pancasila, tapi pertanyaannya, kenapa penerapannya di kehidupan sehari-hari mulai luntur?. Utamanya kita harus menyadari diri sendiri dulu, berbuat baik terhadap lingkungan keluarga kita dulu dan kerabat lain, lalu barulah kita budayakan Pancasila itu, jangan sampai terhenti," tegas Isfhan.
MORALITAS
Saat ini sedang jadi perbincangan adanya oknum ASN yang diduga melakukan dugaan pelecehan seksual ke sesama jenis. Isfhan pun menyebut fenomena itu sebagai salah satu bentuk lunturnya moralitas.
"Ke Tuhan pun sudah tidak ditakuti, apalagi urusan ke manusia. Urusan dengan Tuhannya pun diabaikan, apalagi urusan dengan manusia. Itulah kebobrokan moralitas dan mentalitas," tegasnya.
Upaya memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) merupakan bagian dari Astacita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal ini harus betul-betul dipahami masyarakat dalam berkehidupan.
"Jadi intinya kita harus betul-betul memahami apa itu ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia agar bisa menjalani kehidupan," pungkasnya.
















































