Konsep Car Free Night Siap Warnai Ampenan

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suasana malam di sudut barat Kota Mataram akan segera bertransformasi menjadi ruang publik yang lebih hidup melalui rencana penerapan car free night (CFN). Inisiatif ini dirancang bukan sekadar untuk menutup akses kendaraan bermotor, melainkan untuk menciptakan ruang bagi masyarakat dan wisatawan agar dapat menikmati atmosfer bersejarah tanpa kebisingan lalu lintas.

Dengan membebaskan jalanan dari kepulan polusi udara, kawasan ini diharapkan kembali menjadi magnet pusat aktivitas sosial dan budaya yang mampu menarik perhatian di bawah pendar lampu kota yang eksotis pada tahun 2026 ini.

Kawasan Kota Tua Ampenan sendiri merupakan sebuah fragmen sejarah yang sangat memikat di Nusa Tenggara Barat. Dahulu, wilayah ini merupakan pusat pelabuhan utama di Pulau Lombok pada masa kolonial, yang meninggalkan jejak arsitektur art deco serta bangunan-bangunan tua berkarakter kuat di sepanjang jalannya. Keunikan Ampenan terletak pada perpaduan budayanya yang kosmopolitan, di mana komunitas Arab, Tionghoa, dan Melayu hidup berdampingan, menciptakan harmoni yang tercermin dalam kuliner hingga tata kota yang klasik.

Bagi para pelancong, daya tarik utama Ampenan adalah sensasi melintasi lorong waktu di antara deretan bangunan kuno yang masih kokoh berdiri. Di ujung jalannya, terdapat Pantai Ampenan yang menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk menyaksikan matahari terbenam dengan latar belakang puing-puing bekas dermaga pelabuhan tua. Keindahan retro ini menjadikan Ampenan sebagai spot fotografi yang sangat populer dan pusat wisata sejarah yang tak tertandingi di Kota Mataram.

Dinas Pariwisata Kota Mataram kini tengah mematangkan konsep CFN di Jalan Pabean sebagai langkah strategis untuk membangkitkan kembali perekonomian kawasan tersebut. Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan mendorong pemilik toko yang selama ini tutup untuk kembali beroperasi. "Tujuan kami adalah meramaikan kembali kawasan ini, karena saat ini banyak toko yang tutup dan jalanan relatif sepi saat malam hari," ujar Cahya di Mataram, Sabtu (17/1/2026).

Meskipun konsep telah dimatangkan bersama pihak kelurahan dan kecamatan, masih terdapat tantangan teknis terkait fungsi Jalan Pabean sebagai rute logistik utama Pertamina. Mengingat jalur tersebut sering dilalui truk tangki bahan bakar berukuran besar, faktor keamanan menjadi pertimbangan krusial. "Jika dipaksakan, risiko keselamatan cukup tinggi bagi warga di area CFN. Oleh karena itu, kami akan melakukan pembicaraan khusus dengan Pertamina untuk mencari solusi terbaik," tambahnya.

Jika koordinasi rute logistik menemui jalan buntu, Dinas Pariwisata telah menyiapkan opsi untuk mengkaji jalur alternatif lainnya yang tetap memiliki nilai historis kuat namun lebih aman bagi pengunjung. Pihak dinas menargetkan agar CFN ini tidak hanya menjadi ajang keramaian sesaat, tetapi mampu menumbuhkan ekosistem pelaku usaha baru yang mandiri di kawasan kota tua.

Terkait tanggal pelaksanaan, Cahya belum bisa memastikan jadwal pastinya, namun ia menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus dipercepat. Pemkot Mataram optimis bahwa dengan dukungan regulasi dan kesiapan masyarakat lokal, Car Free Night di Kota Tua Ampenan dapat segera direalisasikan mulai tahun ini, sehingga kejayaan "Kota Pelabuhan" ini dapat kembali dirasakan melalui wajah pariwisata yang lebih modern dan tertata.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |