Korban Terus Bertambah, Ponpes Manba’ul Hikam Bantah Ada Santri Meninggal karena MBG

3 hours ago 6

Santri yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan saat ini seluruh pihak terkait fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan dengan baik oleh rumah sakit dan tenaga medis.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO — Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Sidoarjo masih melakukan pendataan terhadap jumlah santri yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengurus Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Ahmad Zainal mengatakan, pendataan belum dapat dipastikan karena hingga saat ini masih terdapat penambahan santri yang mengalami keluhan.

"Sampai saat ini kami masih berproses di pendataan jumlah korban. Sementara kami berfokus untuk penanganan korban," ujar Ahmad saat dihubungi Republika, Rabu (2/9/2026).

Menurut dia, pesantren memilih memprioritaskan penanganan medis terhadap para santri daripada mengejar angka jumlah korban secara cepat.Dikarenakan terus ada penambahan korban sampai saat ini,"kata dia.

Ahmad menjelaskan, setelah sejumlah santri mulai mengalami keluhan, bantuan ambulans dari sejumlah rumah sakit dan relawan berdatangan ke pesantren. Para santri kemudian dirujuk ke beberapa rumah sakit di wilayah Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan. Dalam perkembangan tersebut, pihak pesantren memastikan para santri yang sempat mendapatkan perawatan medis telah tertangani.

Dalam pernyataan resminya, Pondok Pesantren Manba’ul Hikam menyebut sebagian besar santri yang mendapatkan perawatan bahkan telah kembali ke pondok dalam kondisi sehat dan stabil. Sementara sebagian lainnya masih menjalani pemantauan untuk memastikan proses pemulihan berjalan baik. Pihak pesantren juga menegaskan tidak ada santri yang meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

Pesantren meminta wali santri dan masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama kabar mengenai adanya korban jiwa maupun tuduhan bahwa sumber kejadian berasal dari dapur internal pondok.

"Terkait dengan berbagai informasi miring yang beredar di luar -khususnya kabar bohong mengenai adanya korban jiwa atau tuduhan bahwa sumber keracunan berasal dari dapur internal pondok-kami pastikan bahwa berita tersebut adalah hoaks sepenuhnya," demikian pernyataan resmi Pondok Pesantren Manba’ul Hikam. 

Pihak pesantren meminta masyarakat merujuk pada pengumuman resmi pengasuh pesantren untuk memperoleh perkembangan kondisi santri.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |