Jakarta, CNN Indonesia --
Korban tewas imbas ledakan dahsyat di pabrik petasan di Provinsi Hunan, China, bertambah jadi 37 jiwa per Jumat (8/5).
Media China CCTV melaporkan pencarian dan operasi penyelamatan korban imbas ledakan tersebut berakhir pada hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Ledakan] menyebabkan 37 tewas, dengan satu orang masih dilaporkan hilang, dan puluhan orang yang terluka mendapat perawatan," demikian laporan CCTV, dikutip AFP.
Polisi memanggil delapan orang terkait kecelakaan tersebut. Pabrik petasan ledakan Liuyang Huasheng Fireworks Manufacturing and Display Company in Liuyang meledak sekitar 16.43 pada 4 Mei. Sehari setelah insiden, korban tewas mencapai 26 orang.
Jumlah korban yang bertambah saat ini membuat insiden tersebut jadi kecelakaan industri paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Liuyang merupakan pusat produksi kembang api utama dengan 60 persen kembang api dijual di China dan 70 persen yang diekspor.
Imbas ledakan itu, seluruh produsen di Changsa, Hunan, diminta untuk menghentikan operasi menjelang pemeriksaan keselamatan.
Ledakan di pabrik bukan kali pertama. Tahun lalu, ledakan di pabrik kembang api lain menewaskan sembilan orang.
Pada 2022, sebanyak 38 orang tewas dalam kebakaran di pabrik di Hunan. Pihak berwenang menyalahkan pekerja karena melakukan pengelasan ilegal.
Pada 2019, ledakan besar di pabrik kimia di provinsi Jiangsu menewaskan 78 orang dan melukai ratusan warga.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
1

















































