Ilustrasi, layanan kesehatan.(Dok. Pribadi)
MALAYSIA telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi wisata medis utama bagi masyarakat Indonesia. Selama ini, kota-kota seperti Penang, Melaka, dan Kuala Lumpur menjadi tujuan favorit untuk mendapatkan layanan kesehatan berkualitas dengan teknologi canggih, biaya kompetitif, serta kemudahan komunikasi budaya.
Namun, seiring meningkatnya permintaan akan layanan kesehatan yang lebih nyaman dan eksklusif, kawasan Pantai Timur Malaysia kini mulai muncul sebagai kekuatan baru. Kuala Terengganu dan Kuantan hadir sebagai destinasi wisata medis alternatif yang siap melayani pasien internasional, khususnya dari Indonesia.
Berjarak sekitar dua jam penerbangan dari Jakarta ke Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Kuala Terengganu dan Kuantan dapat diakses dengan mudah melalui penerbangan lanjutan domestik ataupun via darat, menjadikannya destinasi wisata medis baru yang mudah dijangkau oleh masyarakat Indonesia.
Kedua kota tersebut menghadirkan layanan kesehatan spesialis melalui jaringan KMI Healthcare dengan standar yang setara dengan rumah sakit-rumah sakit besar di Malaysia, namun menawarkan suasana yang lebih tenang, waktu tunggu yang lebih singkat, serta pengalaman pemulihan yang lebih nyaman. Kehadiran Kuala Terengganu dan Kuantan sekaligus memperluas pilihan masyarakat Indonesia yang selama ini lebih mengenal Penang atau Kuala Lumpur sebagai destinasi berobat.
KMI Healthcare merupakan jaringan rumah sakit spesialis di bawah Kumpulan Medic Iman yang telah beroperasi selama hampir tiga dekade di Malaysia. Dengan lima rumah sakit spesialis, KMI Healthcare mengedepankan pelayanan yang berpusat pada pasien (patient-centred care), didukung dokter spesialis berpengalaman, fasilitas modern, serta teknologi medis yang terus berkembang untuk menangani berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat.
Di Kuala Terengganu, KMI Kuala Terengganu Medical Centre menyediakan berbagai layanan spesialis seperti kardiologi, ortopedi, bedah umum, penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, pediatri, hingga radiologi.
Rumah sakit ini juga dikenal dengan konsep seluruh kamar rawat inap bertipe single room yang memberikan privasi lebih bagi pasien, didukung lingkungan yang tenang sehingga menunjang proses pemulihan.
"Kami menawarkan kamar-kamar yang view-nya cantik, dengan pemandangan city view dan laut. Tidak banyak rumah sakit di Malaysia punya view sedemikian. Sekiranya pasien menginap di lantai 4, 5, ataupun 8, maka view lautnya sangat terlihat. Harapannya kami dapat menarik lebih ramai pasien-pasien Indonesia untuk datang mendapat rawatan di KMI Kuala Terengganu, dan pada masa yang sama mengembangkan industri pelancongan di Terengganu," ujar General Manager, KMI Kuala Terengganu Medical Centre, Muhammad Ghazali Zainal Yusof, dalam keterangan resmi, Sabtu, (1/8).
Sementara itu, KMI Kuantan Medical Centre menghadirkan layanan spesialis yang lengkap, mulai dari kardiologi, ortopedi, bedah, penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, THT, hingga layanan kanker yang terus dikembangkan. Rumah sakit ini juga mengusung konsep single-bedded room untuk seluruh pasien rawat inap, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan kenyamanan dan privasi selama menjalani perawatan.
Medical Director KMI Kuantan Medical Centre, Prof. Mokhtar bin Awang, menegaskan bahwa fasilitas di Pantai Timur kini sudah mumpuni. "Hospital kita mempunyai semua kepakaran seperti hospital di Pantai Barat. Ke depan, kami akan meng-upgrade fasilitas kardiologi, rehabilitasi, hingga perawatan mata," jelasnya.
Selain keunggulan medis, kedua kota ini menawarkan destinasi wisata yang memikat untuk masa pemulihan atau bagi keluarga pendamping. Kuala Terengganu memiliki ikon Drawbridge (jembatan angkat) yang indah di malam hari serta pusat kuliner dan oleh-oleh khas di Pasar Payang.
Kuantan menawarkan pemandangan 360 derajat dari menara Kuantan 188, sejarah di Muzium Sungai Lembing, serta relaksasi di Pantai Teluk Chempedak yang asri. Kehadiran Kuala Terengganu dan Kuantan melalui jaringan KMI Healthcare memberikan pilihan lebih luas bagi wisatawan medis Indonesia yang menginginkan perawatan berkualitas tinggi dalam balutan suasana wisata yang menenangkan. (H-3)
















































