Langkah Gesit Diajeng Wurinikasih, dari Bangku Kuliah UNM Menuju Industri

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Bagi banyak orang, masa-masa akhir perkuliahan merupakan periode yang penuh kecemasan tentang masa depan. Namun, bagi Diajeng Wurinikasih, narasi itu tidak berlaku.

Jauh sebelum toga dikenakan dan ijazah resmi digenggam pada Desember 2023 lalu, langkahnya sudah mantap menapaki lantai kantor PT Gilang Agung Persada. Sejak Maret di tahun yang sama, ia telah bertransformasi dari seorang mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Nusa Mandiri (UNM) menjadi seorang Retail Merchandiser Specialist.

Keputusan Ajeng untuk berkuliah di UNM bukanlah sebuah kebetulan. Ketertarikannya pada dunia manajemen sudah terpupuk sejak duduk di bangku sekolah menengah. Baginya, manajemen bukan sekadar teori di atas kertas, melainkan seni mengelola yang paling dekat dengan realitas kehidupan.

“Aku merasa paling cocok di Prodi Manajemen. Di UNM, selain jurusannya memang yang aku mau, lokasinya pun strategis dan biayanya terjangkau,” kenang Ajeng.

Informasi dari salah satu tetangganya yang merupakan dosen UNM menjadi pintu masuk bagi Ajeng untuk memulai perjalanan akademisnya. Siapa sangka, pilihan yang tampak sederhana itu menjadi fondasi kuat bagi karier cemerlangnya di kemudian hari.

Filosofi 'tanpa Menunda'

Apa yang membedakan Ajeng dengan lulusan baru lainnya? Jawabannya terletak pada kedisiplinan yang mendarah daging. Selama kuliah di UNM, ia menempa diri dengan satu prinsip sederhana namun sulit dijalankan: manajemen waktu dan pantang menunda pekerjaan.

“Di UNM, aku terbiasa mengejar deadline dengan tepat waktu. Kebiasaan kecil waktu kuliah itu ternyata menjadi bekal luar biasa di dunia kerja. Saat yang lain mungkin masih kesulitan mengatur ritme kerja, aku sudah terbiasa bekerja sesuai target,” kata dia.

Ilmu yang ia dapatkan di bangku kuliah pun menemukan bentuk nyatanya saat ia bertemu dengan Pak Edy, seorang dosen yang juga praktisi di GBK. Penjelasan sang dosen tentang ekosistem retail membuka cakrawala baru bagi Ajeng, membantunya memahami bagaimana barang-barang di rak toko bukan sekadar benda mati, melainkan hasil dari strategi manajemen yang presisi.

Kini, sebagai seorang Merchandiser di PT Gilang Agung Persada, Ajeng bertanggung jawab memastikan produk yang dikelolanya tetap relevan dengan tren pasar yang bergerak secepat kilat. Ia juga bercerita tentang bagaimana ia harus jeli melihat musim, tren warna, hingga kapan sebuah produk harus "diistirahatkan" dan kapan harus ditampilkan kembali di depan mata konsumen. Strategi pemasaran yang ia pelajari di semester empat kini menjadi makanan sehari-harinya.

Namun, keberhasilan Ajeng tidak datang secara instan. Ia adalah pejuang “pengalaman”. Sebelum sampai di posisinya sekarang, ia telah mencicipi kerasnya dunia kerja melalui berbagai program magang dan kerja paruh waktu, mulai dari MSIG Agent & Co hingga menjadi staf paruh waktu di Charles & Keith.

Pesan Buat Mahasiswa yang Belum Lulus

Bagi Ajeng, status sebagai alumni universitas swasta bukanlah hambatan untuk bersaing di industri. Ia mematahkan stigma bahwa lulusan baru harus menunggu lama untuk mendapatkan pekerjaan impian.

“Jangan takut kuliah di swasta. Hasil akhirnya itu dilihat dari hard skill kita masing-masing, bukan cuma dari nama universitasnya. Swasta atau negeri itu sama saja, semua tergantung bagaimana kita mengeksplorasi diri,” kata dia mantap.

Ia juga menekankan pentingnya magang bagi adik-adik kelasnya di UNM yang terkenal sebagai Kampus Digital Bisnis. Baginya, magang adalah simulasi nyata yang tidak bisa digantikan oleh teori dari manapun. Pengalaman Ajeng melakukan screening CV saat magang dulu memberinya pelajaran berharga, bahwa perusahaan mencari mereka yang sudah "berkeringat" di lapangan sebelum benar-benar lulus.

Diajeng Wurinikasih menjadi salah satu bukti nyata dari sekian banyaknya, bahwa lulusan Universitas Nusa Mandiri memiliki daya saing yang tinggi. Dengan semangat "tanpa menunda" dan haus akan pengalaman, ia telah membuktikan bahwa sukses bisa dijemput, bahkan sebelum wisuda.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |