Presiden Prabowo Subianto melanatik 1.204 Pamong Praja Muda lulusan IPDN.(Dok. BPMI Setpres)
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta 1.204 Pamong Praja Muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tidak sekadar menjadi aparatur yang bekerja di balik meja. Mereka dituntut hadir di tengah masyarakat, terutama ketika rakyat menghadapi kesulitan.
Pesan itu disampaikan Prabowo saat melantik Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN Tahun 2026 di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7).
“Saudara harus menjadi Pamong Praja yang hadir ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan. Saudara harus menjadi pelita harapan, saudara harus menjadi tonggak dukungan dan kepemimpinan bagi masyarakat,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, menjadi pamong praja bukan pilihan pengabdian yang ringan. Para lulusan akan menghadapi tuntutan untuk menjaga disiplin, loyalitas, dan integritas, sekaligus menjadi penggerak pembangunan di berbagai daerah.
Ia mengingatkan bahwa sumpah yang diucapkan para lulusan membawa konsekuensi besar. Mereka tidak hanya berkewajiban menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga harus mampu melayani dan menjadi teladan bagi masyarakat.
“Kalian telah memilih siap berkorban jiwa dan ragamu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hidupmu penuh dengan tuntutan dari bangsa dan negara,” ujarnya.
Dalam pengambilan sumpah, para Pamong Praja Muda menyatakan kesiapan untuk menjalankan tugas pemerintahan, menjaga persatuan Indonesia, serta mendahulukan kepentingan negara, bangsa, dan masyarakat.
“Bahwa saya akan setia melayani, mengabdi, dan menjadi teladan kepada masyarakat,” ucap Prabowo, diikuti seluruh lulusan.
Sebanyak 1.204 lulusan yang dilantik terdiri atas 728 pamong praja putra dan 476 pamong praja putri. Mereka telah menyelesaikan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan.
Pada pelantikan tersebut, Prabowo juga memasangkan tanda pangkat kepada tiga penerima penghargaan Sapta Abdi Praja, yakni Aji Bayu Ramadhan, Charina Anggie Simbolon, dan Mohamad Toriq Anwar.
Prabowo menyampaikan selamat kepada seluruh lulusan yang kini resmi memasuki dunia pemerintahan. Ia menegaskan bahwa pilihan menjadi pamong praja berarti memilih jalan pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Saya atas nama pemerintah Republik Indonesia, atas nama negara, bangsa, dan rakyat Indonesia, dan atas nama pribadi, mengucapkan selamat kepada seluruh Pamong Praja Muda yang hari ini resmi dilantik,” katanya.
















































