Masjid Al Aqsa Ditutup Israel, Warga Palestina Salat Id di Jalanan

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan warga Palestina melaksanakan salat Idulfitri di pinggir jalan sekitar kompleks Masjid Al Aqsa, Jumat (20/3). Mereka dilarang masuk ke masjid, yang menandai larangan pertama dalam 60 tahun terakhir.

Kantor berita Palestina Wafa melaporkan para jemaah Muslim Palestina menggelar sajadah di sekitar kompleks masjid, tepatnya di Bab Al Amud (Gerbang Damaskus) dan Bab Al Sahira (Gerbang Herodes).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka terpaksa salat di jalanan karena pasukan Israel melarang warga Palestina mendekat.

Berdasarkan laporan Wafa, aparat keamanan Israel melempar rentetan gas air mata dan bom kejut kepada para jemaah yang mencoba mendekati kompleks masjid sejak dini hari.

Seorang jemaah dari Jalan Salahuddin bahkan ditahan karena berupaya masuk.

Pemerintah Provinsi Yerusalem telah mengecam penutupan kompleks Masjid Al Aqsa yang sudah berlangsung sejak perang Amerika Serikat-Israel vs Iran pecah. Ini merupakan eskalasi berbahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya dan melanggar kebebasan beribadah.

Pemerintah Provinsi Yerusalem menuding tindakan Israel ini dimaksudkan untuk memaksakan realitas baru serta mengisolasi masjid dari lingkungan Palestina di sekitarnya.

Masjid Al Aqsa selama bertahun-tahun diatur di bawah status quo atau kesepakatan internasional. Dengan status quo ini, pengelolaan situs, termasuk kendali akses, ada di bawah Wakaf Islam.

Wakaf Islam merupakan lembaga keagamaan yang ditunjuk Yordania untuk mengelola kompleks Masjid Al Aqsa.

Sejak Israel menduduki Yerusalem Timur pada 1967, Israel melanggar aturan ini dengan memasifkan kehadiran pemukim mereka di sana dan membatasi jumlah umat Islam yang datang.

Tutup akses di masjid Tepi Barat

Laporan Wafa lainnya juga menyebut pasukan Israel menutup pos pemeriksaan militer Al Jib di barat laut Kota Yerusalem, Tepi Barat, sehingga ratusan warga Palestina tak bisa mengakses masjid-masjid terdekat.

Pasukan Israel telah memperketat tindakan militer di seluruh Tepi Barat pasca tahanan Palestina dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata pada Januari 2025.

Kota-kota dan provinsi Tepi Barat dipisahkan satu sama lain menggunakan ratusan penghalang maupun blok beton. Warga harus melewati pos-pos pemeriksaan untuk bepergian dari satu lokasi ke lokasi lain.

(blq/els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |