Megawati Hangestri Mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia, Ungkap Tiga Alasan

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) menyatakan atlet Megawati Hangestri Pertiwi memutuskan mundur dari tim nasional voli putri Indonesia menjelang pemusatan latihan (pelatnas) untuk menghadapi tiga kejuaraan internasional. Berdasarkan keterangan resmi di Jakarta, Kamis (40/4/2026) PP PBVSI menyatakan menghormati dan menyetujui keputusan Megawati setelah menerima surat resmi dari pevoli asal Jember itu.

Langkah itu diambil Megawati dengan berbagai pertimbangan matang, mulai dari kondisi fisik, perjalanan karier profesional, hingga rencana pribadinya di masa depan. PP PBVSI tetap mendukung penuh Megawati yang selama ini menjadi pilar penting tim.

Pengunduran diri pemain berposisi opposite tersebut dilakukan menjelang pemusatan latihan PP PBVSI untuk menghadapi tiga kejuaraan internasional pada pertengahan 2026, yaitu AVC Nations Cup for Women di Filipina pada Juni, SEA V League for Women di Vietnam dan Thailand pada akhir Juli hingga awal Agustus, serta AVC Continental Cup for Women di Tianjin pada 21–30 Agustus.

Pengunduran diri Megawati ini membuat kekuatan tim nasional voli putri Indonesia berkurang, tapi PP PBVSI memastikan persiapan pemusatan latihan tetap berjalan guna menyiapkan skuad terbaik.

Sebelumnya, PP PBVSI telah menetapkan 17 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan. Namun, setelah mundurnya Megawati, belum ada pengumuman resmi dari federasi mengenai pemain pengganti. Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, menjelaskan bahwa seluruh pemain yang dipanggil harus segera berkumpul di lokasi latihan.

"Pemain yang dipanggil harus tiba di Padepokan Bolavoli Jenderal Kunarto, Sentul, maksimal pada 4 Mei 2026," katanya.

Meskipun nama Megawati sebelumnya masuk daftar lini serang, dia menambahkan bahwa tim pelatih harus segera melakukan penyesuaian komposisi tim.

Skuad Garuda Pertiwi saat ini masih diperkuat pemain-pemain andalan seperti Mediol Stiovanny Yoku, Tisya Amallya Putri, dan Maradanti Namira. Selain itu, terdapat wajah baru, yakni Shindy Sasgia Dwi Yuniar, yang mendapat panggilan perdana ke timnas senior.

Di bawah kepemimpinan pelatih kepala, timnas voli putri Indonesia tetap berupaya menjaga soliditas dan tampil kompetitif di kancah internasional meskipun tanpa kehadiran salah satu bintang utamanya.

Persiapan intensif di Sentul akan menjadi kunci bagi staf pelatih untuk meramu strategi baru menjelang rangkaian turnamen yang padat sepanjang tahun 2026.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |