Menggerakkan Roda Perekonomian Lokal dengan Melestarikan Tradisi Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu

1 week ago 24
Menggerakkan Roda Perekonomian Lokal dengan Melestarikan Tradisi Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto ketika menghadiri Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu(MI/HO)

DI tengah arus digitalisasi yang kian masif, menjaga teguh tradisi dan budaya menjadi kunci bagi anak bangsa untuk mempertahankan jati diri. Budaya tidak boleh sekadar menjadi kenangan, melainkan harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang agar identitas bangsa Indonesia tetap kokoh berdiri.

Salah satu warisan luhur yang masih terjaga hingga kini adalah tradisi Grebeg Ageng Andum Apem Yaa Qawiyyu Eyang Kiai Ageng Gribig di Jatinom, Klaten. Tradisi penyebaran kue apem ini bermula dari dakwah Kiai Ageng Gribig, atau Syekh Wasibagno Timur, seorang ulama besar keturunan Raja Majapahit Brawijaya V yang menyebarkan Islam di tanah Jawa dengan pendekatan yang santun dan praktis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang hadir dalam puncak acara pada Jumat (31/07/2026), menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kembali tradisi ini. Tahun ini, Grebeg Saparan mengusung tema “Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti”.

“Tema ini mengingatkan kita bahwa setinggi apa pun kedudukan, ilmu, maupun pencapaian manusia, semuanya harus dilandasi rasa tawakal, rendah hati, serta kepercayaan penuh kepada Allah SWT. Ini selaras dengan keteladanan Kiai Ageng Gribig yang berdakwah dengan kelembutan dan keikhlasan,” ujar Menko Airlangga di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Rangkaian Kegiatan dan Antusiasme Masyarakat

Rangkaian acara tahun ini berlangsung meriah sejak pertengahan Juli, melibatkan berbagai kegiatan religius hingga festival seni budaya yang menarik puluhan ribu pengunjung.

Tanggal Agenda Kegiatan
16 Juli 2026 Ambuko Songsong Winadi (Penanda 1 Safar)
22 Juli 2026 Semakan Al-Qur'an Bil Qhoib dan Khataman Al-Qur'an
Pekan Acara Maulid Al Barzanji, Haul, Festival Seni Budaya, dan Naji Kopi Malahad
Puncak Acara Kirab Gunungan Apem dan Andum Apem Yaa Qawiyyu

Menko Airlangga mencatat adanya peningkatan jumlah pengunjung setiap tahunnya. Pada puncak acara kali ini, diperkirakan sekitar 50 ribu orang memadati lokasi. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga tradisi ini hingga ratusan tahun ke depan.

Dampak Signifikan terhadap Ekonomi Lokal

Selain sebagai sarana pelestarian budaya dan religi, Grebeg Yaa Qawiyyu terbukti menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Lonjakan pendapatan dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga penyedia jasa transportasi lokal.

Statistik Ekonomi Acara:

  • Total Sebaran Apem: Mencapai 6 hingga 7 ton.
  • Estimasi Pengunjung: 50.000 orang.
  • Sektor Terdampak: UMKM kuliner, pengelola parkir, transportasi lokal, dan penginapan/warung warga.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menambahkan bahwa membludaknya wisatawan memberikan keuntungan besar bagi warga sekitar.

"Terdapat pemberdayaan sektor jasa seperti pengelola parkir dan warga yang membuka angkringan. Mereka mampu mendulang keuntungan dari rangkaian acara selama sepekan ini," pungkasnya.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua BKSAP DPR RI Ravindra Airlangga, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Klaten, yang bersama-sama menyaksikan harmoni antara tradisi luhur dan penguatan ekonomi masyarakat. (Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |