Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat sudah lebih 500 kali peristiwa Karhutla di wilayah tersebut sejak kemarau.(Dok. Istimewa)
MENTERI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah pada Sabtu (1/8). Langkah ini diambil menyusul peningkatan drastis titik api seiring musim kemarau yang melanda wilayah tersebut.
Dalam kunjungannya ke Pos Pantau Karhutla Pengayuan, Kota Banjarbaru, Menko Polkam didampingi oleh pejabat dari BNPB, Basarnas, serta instansi terkait lainnya. Wilayah Pengayuan yang berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut menjadi perhatian khusus karena didominasi lahan semi gambut dan merupakan salah satu daerah terparah yang dilanda kebakaran.
Menko Polkam Djamari Chaniago menyatakan optimismenya terhadap penanganan di lapangan. Ia mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, hingga relawan. "Dari hasil peninjauan di Kalteng dan Kalsel, saya optimistis situasi ini dapat ditangani. Berbagai upaya antisipasi termasuk operasi pemantauan udara dan modifikasi cuaca telah disiapkan," ujarnya.
Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengungkapkan bahwa frekuensi kebakaran telah menembus angka 500 kejadian sejak musim kemarau dimulai. Titik kebakaran terbanyak terkonsentrasi di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut, yang merupakan wilayah ring satu karena berdekatan dengan Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Data Hotspot di Kawasan Konsesi
Di sisi lain, data dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menunjukkan temuan krusial terkait sebaran titik api (hotspot) di Pulau Kalimantan. Berdasarkan analisis Walhi, sebanyak 25.524 titik api atau sekitar 74 persen dari total 34.262 hotspot di Kalimantan berada di dalam kawasan konsesi perusahaan.
| Perkebunan Kelapa Sawit (HGU) | 10.739 |
| Pertambangan | 7.880 |
| Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) | 6.905 |
| Total di Kawasan Konsesi | 25.524 |
Walhi juga merinci sejumlah perusahaan dengan jumlah titik api tertinggi di wilayah konsesinya. Di sektor pertambangan, PT Kideco Jaya Agung mencatat 1.116 hotspot, diikuti PT Kaltim Prima Coal (863), dan PT Antang Gunung Meratus (840). Sementara di sektor sawit, PT Bagus Sentosa Gemilang mencatat 637 hotspot, setara dengan temuan di lahan PT Tri H.M 1 dan PT Tri H.M 2 yang masing-masing memiliki 573 titik api.
Menanggapi situasi ini, Menko Polkam menegaskan bahwa penanganan karhutla memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dan edukasi masif melalui media massa. Ia mengimbau agar kepentingan pribadi tidak menghambat proses penanganan bencana di lapangan demi menjaga kelestarian lingkungan nasional. (DY/I-1)
















































