Meski Tumbang dari Persebaya, Pelatih PSMS Puas Lihat Kemajuan Tim

2 weeks ago 5
Meski Tumbang dari Persebaya, Pelatih PSMS Puas Lihat Kemajuan Tim Pesepakbola PSMS Medan Angelo Meneses (kiri) berebut bola dengan pemain Persebaya Surabaya Alex Martins (tengah) saat pertandingan penyisihan Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion GBT Surabaya, Rabu (29/7/2026).(ANTARA/Rizal Hanafi)

PELATIH PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengapresiasi penampilan anak-anak asuhnya kendati harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Persebaya Surabaya pada laga kedua Grup B Piala Presiden 2026. Hasil tersebut dinilai menunjukkan perkembangan positif bagi tim berjuluk Ayam Kinantan menjelang bergulirnya Liga 2 musim 2026/2027.

"Kami syukuri di pramusim ini pemain menjalankan instruksi dengan bagus. Ada progres permainan dan pemantapan tim menjelang Liga 2. Apresiasi besar untuk para pemain," ujar Eko dalam konferensi pers usai pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Rabu (29/7) malam.

Eko menilai susunan pemainnya termasuk sejumlah pilar yang baru diberi menit bermainmampu memberikan perlawanan ketat kepada tuan rumah Persebaya. Rangkaian laga di turnamen pramusim ini menjadi bahan evaluasi berharga dalam menentukan komposisi terbaik tim.

Mengingat jadwal kick-off Liga 2 yang masih menyisakan waktu sekitar satu setengah bulan, PSMS Medan berencana terus mematangkan kedalaman skuad. Eko menegaskan pihak manajemen tidak menutup kemungkinan untuk merekrut amunisi baru sesuai kuota regulasi.

"Setelah Piala Presiden selesai, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh. Tetap akan ada perekrutan pemain setelah turnamen ini," jelas mantan pelatih Persis Solo tersebut.

Saat ini, tim pelatih juga masih memantau performa beberapa pemain asing yang menjalani masa uji coba (trial). Kualitas mereka akan dinilai secara obyektif hingga laga pamungkas Grup B melawan Persija Jakarta.

Sementara itu, gelandang PSMS Rangga Muslim menyebut keikutsertaan Ayam Kinantan di Piala Presiden 2026 sangat krusial untuk membangun ikatan antarpemain (chemistry) sekaligus menguji kesiapan mental menghadapi kompetisi resmi.

Meski sempat kebobolan lewat situasi bola mati (set piece) dan gagal menyamakan kedudukan di babak kedua, Rangga optimistis permainan timnya berada di jalur yang benar.

"Yang terpenting kami belajar banyak dari dua pertandingan ini, baik untuk membangun chemistry maupun meningkatkan kemampuan agar bisa bersaing musim ini," tutur Rangga.

(Ant/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |