Teleskop Antariksa Roman NASA.(Dok. Nasa)
NASA menjadwalkan peluncuran Nancy Grace Roman Space Telescope pada 30 Agustus 2026 pukul 18.26 WIB menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy. Teleskop senilai US$4 miliar ini dirancang untuk memetakan sekitar 2 miliar galaksi dan menjadi observatorium tercanggih setelah Hubble dan James Webb Space Telescope (JWST).
Persiapan misi saat ini telah memasuki tahap akhir, termasuk pengisian bahan bakar hidrazin untuk koreksi lintasan menuju Titik Lagrange 2 (L2). Lokasi yang berjarak 1,6 juta kilometer dari Bumi ini dipilih karena stabilitas gravitasinya, memungkinkan instrumen tetap terlindungi dari panas Matahari sementara panel surya tetap mendapat energi.
"Dalam 30 hari, kami akan meluncurkan Roman, mengujinya, dan untuk pertama kalinya menerima data yang dikirim ke Bumi," ujar Jeremy Perkins, ilmuwan integrasi dan pengujian Roman. Sekitar 100 hari setelah peluncuran, teleskop akan melakukan manuver penyisipan orbit terakhir di L2 untuk memulai misi operasional selama lima tahun atau lebih.
Roman diproyeksikan menjadi teleskop paling produktif dengan kemampuan menghasilkan lebih dari 500 terabyte data per tahun. Sebagai perbandingan, jumlah ini melampaui total data yang dihasilkan Hubble selama 35 tahun beroperasi. Keunggulan utama Roman terletak pada kecepatan surveinya; pemetaan Galaksi Bima Sakti yang membutuhkan waktu satu abad bagi Hubble dapat diselesaikan Roman hanya dalam satu bulan.
Meski sama-sama mengamati cahaya inframerah seperti JWST, Roman memiliki bidang pandang 50 kali lebih luas. Hal ini memungkinkan ilmuwan menemukan objek langka dan fenomena misterius seperti "little red dots" dengan lebih efisien. Selain itu, instrumen koronagraf pada Roman akan membantu astronom memotret planet di sekitar bintang terang dengan meredam cahaya bintang induknya.
Misi ini juga difokuskan untuk mengungkap misteri materi gelap dan energi gelap yang memengaruhi struktur alam semesta. Nama teleskop ini diambil dari Nancy Grace Roman, astronom perempuan pertama yang menjadi eksekutif NASA dan dikenal sebagai "ibu Hubble" atas perannya dalam pengembangan teleskop legendaris tersebut. (Space/Z-10)
















































