
Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Smithsonian telah menemukan fosil pterosaurus tertua yang diketahui di Amerika Utara.
Pterosaurus adalah reptil terbang yang hidup berdampingan dengan dinosaurus dan merupakan vertebrata pertama yang mampu terbang dengan tenaga.
Penemuan menarik ini, bersama dengan ratusan fosil lainnya, ditemukan di daerah terpencil Taman Nasional Petrified Forest di Arizona.
Fosil tersebut adalah tulang rahang milik spesies pterosaurus baru seukuran burung camar.
Fosil ini ditemukan di lapisan tulang yang berasal dari 209 juta tahun yang lalu, pada periode Trias akhir.
Ini adalah masa ketika amfibi raksasa dan makhluk mirip buaya hidup berdampingan dengan hewan-hewan baru seperti katak, kura-kura, dan reptil terbang awal.
Peneliti utama Ben Kligman, seorang peneliti pascadoktoral di Smithsonian, menjelaskan bahwa situs ini menawarkan sekilas gambaran langka ke masa sebelum peristiwa kepunahan besar.
Sekitar 201,5 juta tahun yang lalu, letusan gunung berapi dahsyat menyebabkan pergeseran iklim global yang memusnahkan 75% kehidupan di Bumi. Hal ini membuka pintu bagi dinosaurus untuk mendominasi.
Fosil dari masa sebelum kepunahan ini sulit ditemukan, tetapi Hutan Membatu adalah salah satu tempat terbaik untuk mencari karena lapisan fosil Triasnya yang kaya.
Situs fosil tersebut, yang dikenal sebagai Anggota Batu Burung Hantu, mengandung abu vulkanik yang membantu para ilmuwan menentukan usia batuan tersebut hingga 209 juta tahun.
Meskipun termasuk batuan termuda di taman tersebut, batuan tersebut kurang mendapat perhatian karena terletak di area yang sulit dijangkau.
Pada tahun 2011, sebuah tim yang menjelajahi daerah terpencil ini awalnya mencari fosil kerabat mamalia purba.
Namun, mereka justru menemukan lapisan tulang yang kaya berisi fosil dari ekosistem purba yang lengkap.
Banjir musiman kemungkinan mengubur makhluk-makhluk tersebut, mengawetkannya dalam lapisan abu dan sedimen.
Karena situs tersebut memiliki terlalu banyak fosil untuk digali sekaligus, tim tersebut membawa bongkahan sedimen berukuran besar kembali ke laboratorium.
Di FossiLab Smithsonian, para relawan menghabiskan ribuan jam dengan hati-hati mengungkap tulang-tulang di bawah mikroskop, seringkali di hadapan pengunjung museum yang penasaran.
Secara total, tim menemukan lebih dari 1.200 fosil, termasuk tulang, gigi, sisik ikan, dan kotoran fosil. Sisa-sisa fosil tersebut berasal dari setidaknya 16 jenis hewan yang berbeda.
Fosil-fosil ini meliputi hiu air tawar, coelacanth, amfibi sepanjang 1,8 meter, pemakan tumbuhan berbalut baja, predator mirip buaya, katak purba, dan kura-kura berduri yang muat di dalam kotak sepatu.
Spesies pterosaurus baru ini ditemukan oleh relawan museum kawakan Suzanne McIntire, yang bekerja di FossiLab selama 18 tahun.
Penemuannya meliputi tulang rahang dengan gigi yang terawetkan dengan baik, yang memudahkan para ilmuwan untuk mengidentifikasi spesies tersebut.
Gigi-gigi tersebut menunjukkan tanda-tanda keausan, yang menunjukkan bahwa pterosaurus tersebut memakan ikan berbalut baja yang ditemukan di lokasi tersebut.
Spesies baru ini diberi nama Eotephradactylus mcintireae, yang berarti "dewi fajar bersayap abu", untuk mencerminkan abu vulkanik tempat ia ditemukan dan peran awalnya dalam evolusi pterosaurus. Nama spesies ini menghormati McIntire, yang pensiun tahun lalu.
Penemuan ini menambah sejarah panjang kolaborasi antara Taman Nasional Petrified Forest dan Smithsonian, yang telah mengumpulkan fosil dan kayu membatu dari area tersebut selama lebih dari satu abad.