Paradaya Movement, Program Rumah Amal dan Ruang Amal Indonesia Latih Warga Miskin, Antar Kerja di Industri Sepatu

2 weeks ago 3
Paradaya Movement, Program Rumah Amal dan Ruang Amal Indonesia Latih Warga Miskin, Antar Kerja di Industri Sepatu Sejumlah warga mengikuti program Paradaya Movement yang digelar Rumah Amal Salman. Setelah lulus, mereka diterima bekerja di industri sepatu.(DOK/RUMAH AMAL SALMAN)

RUMAH Amal Salman Bandung dan Ruang Amal Indonesia berkolaborsi dengan LPK Bina Karya menggulirkan Program Paradaya Movement. Sebanyak 50 warga mengikuti pelatihan menjahit sepatu.

Di akhir pelatihan, sebanyak 41 penerima manfaat dari keluarga prasejahtera itu diterima bekerja di salah satu industri di Batang, Jawa Tengah. Mereka resmi mengawali karir mereka di sektor manufaktur.

Pencapaian ini mencatatkan 82% tingkat keberhasilan penyerapan peserta program ini melalui rangkaian Pelatihan Operator Jahit Sepatu.

Agenda pelatihan yang berlangsung sepanjang 3–8 November 2025 tersebut tidak hanya membekali peserta dengan kemahiran teknis, tetapi juga penanaman etika kerja serta karakter industri.

Kini, para lulusan telah diserap dan mulai bekerja di sejumlah perusahaan manufaktur terkemuka, seperti PT Nantong Nuan Jian Indonesia hingga PT Wide Hero di kawasan KEK Industropolis Batang.
 
Program ini menyasar para penerima manfaat dari kategori 8 asnaf (mustahik) yang kerap terkendala akses dan kesempatan untuk berkembang.

Kepala Program Paradaya Movement Rumah Amal Salman, Nadia Fujri Rahman, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang sebagai jembatan untuk menghubungkan kebutuhan tenaga kerja industri dengan potensi para pencari kerja prasejahtera.


JADI TULANG PUNGGUNG KELUARGA


Kisah perubahan hidup ini dirasakan langsung oleh Rizki Indriani, 27, salah satu alumni Pelatihan Operator Jahit Sepatu Paradaya Movement. Perempuan lulusan SMP itu sempat merasa ragu untuk bersaing di dunia kerja.

Orangtuanya bekerja sebagai buruh ternak bebek, sedangkan suaminya bekerja sebagai kurir paket. Tekadnya untuk menopang perekonomian keluarga serta memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anaknya yang masih PAUD mendorong Rizki untuk membuang rasa tidak percaya dirinya dan menekuni pelatihan jahit dari nol.

Pengorbanan Rizki membagi waktu antara urusan rumah tangga dan pelatihan intensif membuahkan hasil manis. Dia resmi dikontrak oleh PT Wide Hero Toy Indonesia sebagai operator produksi.

Kini, Rizki tidak hanya mandiri secara finansial untuk kebutuhan anaknya. Dia juga menjadi tulang punggung keluarga yang membiayai sekolah adik bungsunya di jenjang SMP agar terhindar dari putus sekolah.

"Pelatihan ini benar-benar membimbing saya dari nol. Dulu saya tidak punya keahlian menjahit sama sekali, tetapi berkat kesabaran para mentor, saya jadi percaya diri saat mengikuti seleksi kerja. Sangat bersyukur alhamdulillah sekarang sudah punya penghasilan sendiri, dan dari gaji pertama ini saya sudah bisa menyisihkan sebagian untuk bersedekah," cerita Rizki dengan haru.
 
Sejalan dengan hal tersebut, CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet, menegaskan peran vital zakat produktif dalam menciptakan dampak jangka panjang.

"Pendayagunaan dana zakat akan jauh lebih berdampak saat difokuskan untuk membuka pintu akses pekerjaan yang layak, bukan sekadar pemberian bantuan yang bersifat sementara," terangnya.


DUKUNGAN PARAGONCORP


Seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan atas dukungan penuh ParagonCorp melalui Program Paradaya Movement yang berkolaborasi dengan Rumah Amal Salman. Mereka juga menggandeng LPK Bina Karya selaku mitra pelatih teknis.

Inisiatif vokasi terintegrasi ini berfokus pada pengentasan pengangguran terbuka lewat pencetakan SDM siap kerja yang tersertifikasi.

Tidak hanya pada sektor manufaktur jahit sepatu, Paradaya Movement bersama Rumah Amal Salman juga mencatatkan keberhasilan pada dua bidang pelatihan lainnya, yakni Talenta Digital dan Host Live Streaming.

Secara rinci, Pelatihan Talenta Digital Rumah Amal menggandeng Alkademi, perusahaan teknologi edukasi yang menyediakan pelatihan pemrograman, kecerdasan buatan (AI), serta ilmu data. Pelatihan ini berhasil membina 23 penerima manfaat untuk belajar di bidang software engineer dan product management.

Hasilnya, 21 orang (91%) berhasil menembus industri teknologi dan bekerja di perusahaan seperti Radya Labs, Bharabas Media, Libere, hingga Jangkau.

Sementara Pelatihan Host Live Streaming, Rumah Amal Salman bekerja sama  dengan Bandung Local Agency (Ibun Mall) untuk mengantarkan 25 peserta mendapatkan pelatihan intensif. Seluruh alumni (100%) kini telah aktif berkarir sebagai host live commerce mandiri maupun di berbagai media agensi dan brand marketplace.

Secara akumulatif, Paradaya Movement Rumah Amal Salman telah mendampingi 98 penerima manfaat di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Program ini berhasil mengantarkan 88 alumni (89,8%) untuk bekerja dan mandiri secara finansial.


PENDAMPINGAN ZAKAT PRODUKTIF


Kepala Program Paradaya Movement Rumah Amal Salman, Nadia Fujri Rahman menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari skema pendampingan zakat produktif yang menyeluruh.

"Kami selalu berusaha mengawal setiap tahapan secara sistematis, mulai dari pemetaan asnaf, pembentukan karakter, pelatihan teknis, hingga pengawalan ke dunia kerja. Dengan model ini, dana zakat benar-benar bertransformasi menjadi kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi keluarga penerima manfaat," tuturnya.

Rangkaian Paradaya Movement ini ditempuh melalui tahapan terstruktur, dimulai dari proses rekrutmen terbuka untuk menjaring penerima manfaat pada Oktober 2025. Dalam rentang November-Januari 2025, para penerima manfaat terpilih menjalani verifikasi kualifikasi asnaf serta pembekalan intensif yang menggabungkan keterampilan teknis dan pembinaan karakter.

Proses dilanjutkan pada pertengahan Januari 2025 melalui pendampingan pasca-pelatihan hingga akhirnya disalurkan langsung ke dunia kerja (job placement). Rangkaian program kemudian ditutup dengan fasa monitoring dan pendataan alumni pada rentang Mei-Juli 2026 guna memastikan proses adaptasi kerja serta mengukur dampak peningkatan ekonomi keluarga penerima manfaat secara berkelanjutan.

Capaian ini menjadi pijakan kuat bagi Rumah Amal Salman dan ParagonCorp untuk terus memperluas jangkauan Paradaya Movement pada periode berikutnya, guna membuka lebih banyak peluang kerja dan memutus rantai kemiskinan di Indonesia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |