Ilustrasi(Dok Istimewa)
PASUKAN Komando Operasi Khusus (Koops) TNI Habema terlibat pertempuran dengan 10 anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Kali Fis, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dalam kontak tembak tersebut, dua anggota kelompok separatis tewas ditindak tegas.
Pangkoops TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, mengonfirmasi bahwa pertempuran terjadi seusai pasukannya menyelesaikan evakuasi jasad korban ketiga aksi keji OPM pimpinan Kopi Tua Heluka, yakni seorang warga perempuan asli Papua bernama Teina Alya.
Mayjen Yudha menjelaskan, kelompok OPM yang mengenakan rompi antipeluru dan bersenjata api otomatis mendadak memberondong peluru tajam ke arah personel TNI saat hendak dilakukan penangkapan.
"Pasukan Koops Habema terpaksa mengambil langkah tegas dengan menembak mati 2 dari 10 anggota OPM tersebut. Salah satu jasad anggota OPM dibawa lari oleh rekannya, sementara satu jasad lainnya ditinggalkan di lokasi," kata Yudha melalui keterangannya, Sabtu (1/8/2026).
Proses evakuasi jasad Teina Alya berlangsung ekstrem. Korban sebelumnya ditembak dan dibuang oleh kelompok OPM ke dasar lembah curam sedalam 50 meter.
Tim Habema menerapkan teknik rappelling komando untuk bergerak cepat memanjat dan merayap di medan terjal, sekaligus mewaspadai potensi serangan susulan dari kelompok separatis.
Saat ini, jenazah korban telah disemayamkan di Rumah Sakit Dekai Yahukimo dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara adat.
"Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi luar biasa Pasukan Habema yang tak kenal lelah melangkah lebih dalam ke belantara rimba demi operasi evakuasi dan perburuan OPM," ujar Yudha.
Yudha menegaskan, rangkaian aksi kekerasan yang dilancarkan OPM, mulai dari intimidasi, pembakaran fasilitas umum, hingga pembunuhan warga sipil telah menunjukkan watak asli kelompok tersebut yang menistakan nilai-nilai kemanusiaan dan adat Papua. Ia memastikan TNI bersama seluruh elemen masyarakat akan terus bertindak tegas menuntaskan kelompok separatis demi menjamin keamanan dan kedamaian di Tanah Papua.
"Bersama rakyat Papua, masyarakat, dan umat manusia dunia, TNI akan melawan dan menuntaskan kelompok separatis agar kedamaian, kemakmuran, dan kesejahteraan dapat terwujud di Bumi Cendrawasih," pungkasnya.(H-2)
















































