Ravina Shamdasani.(Dok PBB)
KANTOR hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa kekerasan pemukim Israel dan aneksasi wilayah di Tepi Barat, Palestina, terus memburuk. Kondisi ini terjadi dua tahun setelah Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah tersebut adalah tindakan melanggar hukum.
PBB menyatakan bahwa serangan oleh pemukim Israel dan pembentukan pos-pos terdepan (outposts) mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Badan dunia tersebut mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak guna mengakhiri pendudukan.
"Kami sangat khawatir dengan pengumuman pemerintah Israel untuk terus menambah jumlah pemukiman dan pos terdepan," ujar juru bicara kantor hak asasi manusia PBB, Ravina Shamdasani, dalam suatu pernyataan pada Rabu (29/7/2026).
Shamdasani juga menyoroti seruan terbuka dari para pemimpin Israel untuk melakukan balas dendam dan hukuman kolektif terhadap komunitas Palestina. Ia menambahkan ada ancaman untuk mengubah Tepi Barat menjadi Gaza berikutnya.
Pelanggaran Hukum Internasional
Dalam opini penasihat yang dikeluarkan pada Juli 2024, ICJ menegaskan bahwa pendudukan Israel selama puluhan tahun di wilayah Palestina tergolong ilegal. Hakim ketua Nawaf Salam menyatakan bahwa Israel berkewajiban mengakhiri kehadiran melanggar hukum tersebut secepat mungkin.
Namun, kekerasan di Tepi Barat justru melonjak sejak perang Gaza meletus pada 7 Oktober 2023. Wilayah yang diduduki Israel sejak 1967 ini menyaksikan serangan hampir setiap hari oleh pemukim dan penggerebekan rutin oleh militer di desa-desa Palestina.
Data PBB menunjukkan eskalasi yang mematikan:
- Sejak Kamis lalu, delapan warga Palestina (termasuk seorang anak laki-laki) dan dua anggota militer Israel tewas di Tepi Barat.
- Pemukim dan pasukan keamanan Israel sering kali bertindak bersama dalam menyerang komunitas lokal, menghancurkan properti, hingga membakar masjid.
- Pembatasan pergerakan kini semakin ketat, menghalangi warga Palestina mengakses layanan esensial.
Desakan Aksi Internasional
Insiden terbaru mencatat bentrokan mematikan di desa Tell yang menewaskan empat warga Palestina dan dua warga Israel. Militer Israel kemudian menggerebek kota Nablus dan menangkap puluhan warga Palestina dalam operasi yang mereka sebut sebagai kontraterorisme. Selain itu, pejabat Palestina melaporkan pemukim membakar dua masjid pada Minggu malam.
"Negara-negara pihak ketiga harus bertindak mendesak dan serempak untuk menghentikan pembunuhan dan perampasan hak milik rakyat Palestina yang terus berlanjut," tegas Shamdasani.
Ramiz Alakbarov, wakil koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, turut memperingatkan Dewan Keamanan PBB bahwa situasi di Tepi Barat memburuk dengan cepat.
Statistik Korban sejak Perang Gaza:
- Warga Palestina tewas: Sedikitnya 1.097 orang (oleh pasukan atau pemukim Israel).
- Warga Israel tewas: Sedikitnya 48 orang (sipil dan personel keamanan).
Saat ini, sekitar tiga juta warga Palestina tinggal di Tepi Barat bersama lebih dari 500.000 warga Israel yang mendiami permukiman yang dianggap ilegal menurut hukum internasional. (AFP/I-2)
















































