Warga di Gaza(Al-Jazeera)
KANTOR Hak Asasi Manusia PBB menyatakan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terus meningkat. Juru Bicara Kantor HAM PBB Ravina Shamdasani mengatakan kondisi di Tepi Barat terus memburuk setelah adanya aneksasi wilayah Palestina. PBB khawatir situasi di Tepi Barat berubah menjadi Gaza kedua.
“Kekerasan oleh pemukim dan meluasnya aneksasi wilayah Palestina di Tepi Barat hanya semakin memburuk,” ujar Shamdasani dalam pernyataan, Rabu (29/7).
Delapan warga Palestina, termasuk seorang anak laki-laki, serta dua personel militer Israel tewas di Tepi Barat sejak Kamis pekan lalu.
Menurut Shamdasani, para pemukim Israel dan pasukan keamanan sering menyerang komunitas Palestina. Mereka bertindak bersama-sama menyerang keluarga, menghancurkan barang dan membakar masjid.
Selain itu, kata Shamdasani, pergerakan warga Palestina di Tepi Barat semakin dibatasi. Masyarakat terhambat mendapatkan akses pelayanan dasar.
Kantor HAM PBB itu juga menyatakan keprihatinan atas rencana pemerintah Israel memperluas permukiman dan pos-pos permukiman di wilayah pendudukan.
Pemimpin Israel juga melakukan pembalasan dan hukuman kolektif terhadap komunitas Palestina. Shamdasani menyebut situasi saat ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Oleh karena itu, kantor HAM PBB mendesak negara-negara lain bertindak secara kolektif menghentikan pembunuhan dan perampasan hak warga Palestina serta mengakhiri pendudukan Israel. (Ant/H-4)
















































