Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (tengah) didampingi Sekjen PBNU Amin Said Husni (kanan) memberikan keterangan pers jelang penyelenggaraan Muktamar NU ke-35 di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Gu(MI/Usman Iskandar)
PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus mematangkan persiapan teknis menjelang gelaran Muktamar ke-35 NU. Saat ini, penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) peserta muktamar dilaporkan telah mencapai 95 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir pekan ini.
Sekretaris Steering Committee Muktamar ke-35 NU, Mohammad Nuh, menjelaskan bahwa panitia bekerja cepat untuk memastikan validitas data peserta sebelum forum tertinggi organisasi tersebut dibuka. Berdasarkan jadwal, Muktamar ke-35 NU akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
"Update DPT sekarang sudah 95 persen. Insyaallah nanti tinggal sedikit. Mudah-mudahan hari Sabtu atau Minggu besok itu sudah keluar DPT-nya," ujar Mohammad Nuh saat memberikan keterangan di Jombang, Jumat (21/8).
Data pemilih yang sedang difinalisasi mencakup perwakilan dari seluruh tingkatan kepengurusan di Indonesia. Mohammad Nuh merinci terdapat 548 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan 28 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) yang akan menjadi peserta resmi.
Selain DPT, panitia juga telah mulai mendistribusikan undangan secara digital kepada para peserta. Langkah ini diambil untuk mempercepat koordinasi dan memastikan kehadiran para delegasi tepat waktu.
"Undangan sudah kami kirim digital. Undangan pembukaan pun juga sudah kami kirim ke masing-masing, khususnya untuk acara pembukaan," tambahnya.
Kesiapan Materi dan Fasilitas Digital
Ia mengatakan bahwa PBNU memastikan bahwa materi persidangan muktamar telah memasuki tahap akhir. Untuk mengakomodasi kebutuhan peserta dari berbagai latar belakang, panitia menyediakan materi dalam dua format, yakni digital dan cetak (hardcopy).
Mohammad Nuh menekankan bahwa penyediaan berkas fisik tetap dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para peserta yang mungkin belum terbiasa dengan penggunaan dokumen digital sepenuhnya. Saat ini, seluruh materi persidangan telah diserahkan ke pihak percetakan.
Kehadiran Presiden Prabowo
Terkait kehadiran tokoh nasional, PBNU telah mengirimkan undangan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membuka secara langsung Muktamar ke-35 NU. Panitia berharap Kepala Negara dapat hadir di tengah-tengah para nahdliyin dalam agenda besar lima tahunan tersebut.
Dengan lokasi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang kembali menjadi saksi sejarah perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia ini dalam menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan strategis untuk periode mendatang. (Ant/H-4)













































