Pemda DIY Matangkan Kesiapan Bandara YIA Jadi Embarkasi Haji 2026

2 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah DIY terus memastikan kesiapan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang secara perdana akan menjadi embarkasi haji 2026. Adapun DIY sendiri, telah resmi menjadi embarkasi dan debarkasi haji mulai musim haji 2026 dan tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 11 Tahun 2025.

Asisten Sekretariat Daerah (Asda) Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana, mengatakan uji coba yang telah dilakukan menunjukkan layanan berkualitas dan nyaman bagi jamaah haji. Menurutnya setara dengan fasilitas hotel bintang lima. Namun, ia menekankan pentingnya koordinasi yang lebih matang untuk menyukseskan keberangkatan jamaah haji tahun ini.

"Semuanya dalam satu manajemen. Ini memungkinkan pengembangan YIA bisa didorong lebih kuat," kata ujar Tri, belum lama ini.

Sejauh ini, uji coba embarkasi haji telah dilakukan sebanyak dua kali, masing-masing melibatkan sekitar 300 jamaah. Tri menyampaikan Pemda DIY memilih memberdayakan hotel-hotel sekitar YIA sebagai asrama sementara.

"Kalau melihat pelayanannya, bisa dibilang bintang lima. Jamaah tidak dikenai biaya tambahan, tetapi merasakan kualitas layanan yang jauh lebih baik. Secara nilai, ini justru lebih murah," katanya.

Saat ditanya terkait rencana pembangunan asrama haji, Tri menyebut Pemda DIY belum mengambil keputusan final. Pihaknya masih akan menghitung skema terbaik, termasuk membandingkan opsi membangun asrama sendiri dengan memberdayakan hotel yang ada di sekitarnya.

"Nanti kita hitung lagi plus minusnya. Membangun asrama haji itu membutuhkan pengadaan tanah, akses jalan, hingga operasionalnya. Kita bandingkan mana yang lebih efisien, memberdayakan hotel yang ada atau membangun sendiri. Karena konsep aset sekarang berubah, bukan lagi apa yang kita miliki, tetapi apa yang bisa kita nikmati meski bukan milik kita," ungkapnya.

Namun yang pasti, selain meningkatkan kemudahan akses bagi jamaah, keberadaan embarkasi haji di Yogyakarta diproyeksikan akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di Kulon Progo. Kebutuhan jamaah terhadap busana haji, logistik, hingga oleh-oleh diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

"Kerja sama hotel, angkasa pura, destinasi wisata pariwisata diharapkan dapat menjadi penggerak pengembangan destinasi wisata di DIY," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY, Jauhar Mustofa, menjelaskan kesiapan teknis dan operasional embarkasi YIA. "Terus akan kita matangkan persiapannya. Kita akan simulasi, simulasi lagi nanti kalau nggak di akhir Januari ya di awal Februari untuk memastikan persiapan embarkasi YIA betul-betul nanti bisa memberangkatkan jamaah haji," ujarnya saat dihubungi Republika, Jumat (16/1/2026).

Rencananya akan ada 26 kloter yang diberangkatkan dari YIA dengan total embarkasi YIA mencapai 9.320 jamaah. Rinciannya, DIY sebanyak 3.748 jamaah dan Kedu Raya sebanyak 5.468 jamaah.

"Saat ini baru kita akan koordinasi dengan Jawa Tengah terkait dengan bagaimana nanti penyusunan kloter, pemberangkatan, tanggal, timeline dan lain sebagainya," ucap dia.

Kesiapan Bandara YIA untuk mendukung embarkasi haji 2026 juga ditegaskan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia, Muhammad Rizal Pahlevi. Ia menyebut fasilitas bandara siap melayani penerbangan tambahan, termasuk internasional, seiring wacana Open Sky Jogja.

"Secara kapasitas dan slot, kami siap. Fasilitas runway, terminal, imigrasi, karantina, hingga bea cukai juga siap memberikan layanan terbaik," kata Rizal.

Ia menambahkan, penggabungan PT Angkasa Pura I dan II menjadi satu entitas mempermudah koordinasi dan memperkuat efektivitas pengelolaan bandara, sekaligus memungkinkan pengembangan ekosistem terintegrasi antara bandara, pariwisata, hotel, dan aktivitas ekonomi.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |