Penanaman 10.000 Mangrove di Bali, Upaya Memperkuat Ekosistem Pesisir dan Keberlanjutan Lingkungan

3 hours ago 1
Penanaman 10.000 Mangrove di Bali, Upaya Memperkuat Ekosistem Pesisir dan Keberlanjutan Lingkungan Aksi penanaman 10.000 bibit mangrove di kawasan konservasi Simbar Segara, Pemogan, Denpasar, Bali, Jumat (7/8).(MI/HO)

KELOMPOK Usaha Bersama (KUB) Simbar Segara bersama mitra strategis melakukan penanaman 10.000 bibit mangrove di kawasan konservasi Simbar Segara, Pemogan, Denpasar, Bali, Jumat (7/8). Kegiatan yang diinisiasi melalui Program BTN KPR (Kawasan Pesisir Regrowth) ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap abrasi, mendukung penyerapan karbon biru (blue carbon), sekaligus memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.

Program tersebut sejalan dengan semangat Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN menciptakan nilai jangka panjang melalui pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun lingkungan. Sebagai institusi yang berfokus pada pembiayaan perumahan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memandang keberlanjutan hunian tidak hanya ditentukan oleh aspek bangunan, tetapi juga oleh kualitas lingkungan tempat masyarakat tinggal.

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menjelaskan bahwa penanaman mangrove ini bukan sekadar kegiatan konservasi seremonial. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi strategi keberlanjutan perusahaan dan komitmen dalam menjalankan bisnis perbankan yang bertanggung jawab.

“Bagi BTN, ini bukan hanya sekadar konservasi. Secara strategi besar, ini merupakan salah satu pilar penting dalam visi dan misi kami, yaitu menjalankan bisnis perbankan yang bertanggung jawab kepada masyarakat dan lingkungan,” ujar Setiyo.

Menurut Setiyo, komitmen tersebut telah tertuang dalam roadmap ESG BTN, yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam seluruh aktivitas perseroan, termasuk dalam pengembangan bisnis. Ia menekankan bahwa dalam setiap ekspansi bisnis, aspek ESG menjadi salah satu indikator penilaian utama, terutama terkait pengelolaan lingkungan.

Kegiatan di Denpasar ini menjadi gambaran nyata bagaimana ESG diimplementasikan melalui aksi langsung yang berdampak pada ekosistem. Selain menjaga kelestarian alam, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir melalui pemberdayaan kawasan konservasi yang terintegrasi. (Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |