Pengelolaan Dana Ziswaf Terpadu Tarik Perhatian Dai Asal Jepang

4 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Model pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) yang tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat, menarik perhatian dai asal Jepang, Dr. Kyoichiro Sugimoto, PhD. Menurutnya, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa dana umat dapat dikelola secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Sugimoto saat mengunjungi kawasan terpadu Zona Madina Dompet Dhuafa di Parung, Bogor, pada Jumat (26/6/2026). Kunjungan itu menjadi agenda pertama dalam rangkaian Safari Dakwah yang dijalaninya di Indonesia hingga 12 Juli 2026.

Ketua Chiba Islamic Cultural Center dan Japan Islamic Alliance yang juga penerjemah Alquran ke dalam bahasa Jepang tersebut meninjau berbagai program pemberdayaan yang dikembangkan melalui pengelolaan dana Ziswaf. Di kawasan itu, ia melihat integrasi program dakwah, ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga sosial-budaya dalam satu ekosistem.

"Saya kagum dan sangat terinspirasi melihat bagaimana dana umat (Ziswaf) bisa dikelola sedemikian rupa, mengintegrasikan semua aspek kehidupan mulai dari ibadah, kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan. Ini adalah jalur dakwah yang sangat menarik dan menyentuh banyak hal," ujar Sugimoto.

Di Zona Madina, pengelolaan dana Ziswaf diwujudkan melalui berbagai program, antara lain pusat dakwah, pengembangan usaha masyarakat melalui Kopi Masyarakat Berdaya (MADAYA), Rumah UMKM, dan Teras Madina, layanan kesehatan melalui Rumah Sehat Terpadu, fasilitas pendidikan seperti Kampus STIM Budi Bakti dan Sekolah SMART Ekselensia Indonesia, serta ruang pengembangan sosial dan budaya melalui Aula Latihan Silat Kampung Djampang.

Sebelumnya, Kamis (25/6/2026), Sugimoto mengunjungi kantor pusat Dompet Dhuafa di Philanthropy Building, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan tersebut, jajaran pengurus Dompet Dhuafa dan Sugimoto membahas peluang penguatan kerja sama dakwah internasional, khususnya untuk menjawab tantangan pengembangan syiar Islam di Jepang.

Rangkaian kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal kolaborasi dalam pengembangan program pendidikan dan dakwah lintas negara. Upaya itu dinilai penting untuk memperkuat pembinaan generasi muda Muslim, terutama di negara-negara dengan jumlah penduduk Muslim yang masih relatif kecil seperti Jepang.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |