Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik antara CEO SpaceX Elon Musk dan CEO OpenAI Sam Altman makin panas. Dalam sidang gugatan terhadap OpenAI di pengadilan federal California, mantan Chief Technology Officer (CTO) OpenAI Mira Murati membongkar fakta mengejutkan. Ia menyebut sikap Altman memicu ketidakpercayaan di internal perusahaan.
Murati menyebut Altman kerap menyampaikan pernyataan berbeda kepada orang yang berbeda, sehingga menciptakan kekacauan di level eksekutif senior saat OpenAI mengembangkan dan meluncurkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara masif.
"Saya khawatir karena Sam mengatakan satu hal kepada seseorang, lalu hal yang sepenuhnya berbeda kepada orang lain," ujar Murati dalam rekaman kesaksian yang diputar di pengadilan Oakland, California, dikutip Reuters, Kamis (8/5/2026).
Murati bahkan menilai Altman beberapa kali bersikap tidak jujur terhadap dirinya maupun pihak lain di perusahaan.
Kasus ini bermula dari gugatan Elon Musk terhadap OpenAI pada 2024. Musk menuding OpenAI telah menyimpang dari tujuan awal sebagai organisasi nirlaba dan berubah menjadi perusahaan yang mengejar keuntungan komersial.
Pendiri Tesla dan SpaceX itu menuntut ganti rugi US$150 miliar kepada OpenAI dan Microsoft selaku investor utama perusahaan.
Persidangan ini dinilai sangat penting karena dapat menentukan masa depan OpenAI, yang kini menjadi salah satu perusahaan AI paling berpengaruh di dunia lewat produk seperti ChatGPT.
Dalam persidangan, Murati mengungkap OpenAI sempat berada dalam kondisi kritis ketika dewan direksi memecat Altman pada 2023.
"OpenAI berada dalam risiko bencana untuk runtuh," kata Murati.
Selain Murati, mantan anggota dewan OpenAI Shivon Zilis juga mengungkap adanya kekhawatiran internal menjelang peluncuran ChatGPT. Menurut dia, dewan direksi sempat mempertanyakan keputusan merilis ChatGPT tanpa komunikasi yang memadai.
Sidang juga mengungkap sejumlah fakta baru, termasuk upaya Musk berdamai dengan Presiden OpenAI Greg Brockman sebelum persidangan dimulai. Musk juga pernah merasa dirinya seperti orang bodoh karena terus mendanai OpenAI.
(fab/fab)
Addsource on Google

1 hour ago
1

















































