Perang "Meme" AS-Iran Memanas, Trump Disebut Kalah Telak

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC IndonesiaPerang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tak hanya berlangsung di medan militer. Ini juga merambah ke media sosial melalui apa yang disebut sebagai "perang meme".

Di tengah konflik yang terus memanas, banyak warganet menilai pemerintahan Presiden AS Donald Trump kalah dalam pertarungan narasi digital melawan Iran. Awalnya, Trump mengklaim AS berhasil memenangkan konflik, namun, respons di media sosial justru menunjukkan sebaliknya.

Dalam analisis RT, Senin (1/6/2026), berbagai unggahan pemerintah AS yang menggunakan format meme dan video bergaya populer menuai kritik luas dari pengguna internet. Salah satu yang paling disorot adalah unggahan video pesawat pembom AS dengan iringan lagu Bomb Iran, yang diunggah setelah gencatan senjata antara Iran dan Israel.

Tak lama kemudian, akun resmi Gedung Putih di platform X juga membagikan video serangan udara ke Iran dengan latar musik remix lagu Free Bird milik Lynyrd Skynyrd. Alih-alih mendapat dukungan, unggahan tersebut justru menuai kritik.


Banyak warganet menilai pendekatan itu tidak pantas untuk membahas konflik bersenjata dan dianggap sebagai upaya komunikasi yang gagal. Di sisi lain, Iran justru dinilai lebih efektif memainkan narasi digital.

Melalui akun resmi kedutaan besarnya di berbagai negara, Teheran meluncurkan kampanye media sosial berbahasa Inggris yang ditujukan untuk audiens internasional. Strateginya berfokus pada dua hal: membangun simpati global dan melemahkan dukungan publik AS terhadap perang.

Iran menyoroti dampak kemanusiaan konflik, termasuk kematian warga sipil akibat serangan rudal. Menariknya, banyak unggahan menggunakan ilustrasi berbasis kecerdasan buatan (AI), bukan foto asli kehancuran.

Cara ini dinilai lebih mudah diterima dan dibagikan publik tanpa memicu penolakan akibat konten visual yang terlalu mengerikan.

Selain itu, Iran juga menggunakan meme untuk merespons ancaman Trump. Salah satunya dengan memakai template anime populer untuk menyindir tuntutan AS terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Meski mengalami tekanan militer, Iran konsisten membangun narasi kemenangan di media sosial dan menyoroti kelemahan strategi AS. Pada hari pengumuman gencatan senjata, akun resmi Iran bahkan secara terbuka mengklaim kemenangan atas AS.

Tak hanya mengandalkan akun pemerintah, Iran juga disebut menggandeng kelompok media independen seperti Explosive Media, yang memproduksi video animasi berbasis figur Lego. Video-video tersebut menggambarkan militer Iran mengalahkan pasukan AS dan Israel, serta berhasil meraih jutaan penonton.

Menurut kelompok tersebut, penggunaan figur Lego dipilih karena mudah dipahami lintas budaya, menarik secara visual, dan aman dari pembatasan konten di berbagai platform. Fenomena ini menunjukkan bahwa di era digital, perang modern tak lagi hanya soal rudal dan strategi militer, tetapi juga soal siapa yang lebih unggul dalam mengendalikan opini publik di ruang maya.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |