Ilustrasi.(Magnific)
PESAWAT militer meraung di langit ibu kota Amerika Serikat sepanjang sore pada Hari Kemerdekaan. Penyelenggara menjulukinya sebagai spektakel penerbangan paling ambisius dalam sejarah Amerika.
Helikopter Chinook Angkatan Darat--yang berfungsi sebagai Marine One saat presiden berada di dalamnya--dan jet tempur F-5 NASA termasuk di antara puluhan pesawat yang terlihat melintasi cakrawala Washington pada Sabtu (4/7). Formasi pesawat tersebut menyeberangi Sungai Potomac dari Virginia menuju DC, melewati tongkang-tongkang kembang api, lalu meluncur melewati Lincoln Memorial dan Monumen Washington di sepanjang National Mall.
Salute to America 250
Lebih dari 30 sesi flyover dijadwalkan untuk merayakan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat. Pertunjukan udara bertajuk Salute to America 250 Aviation Spectacle ini merupakan bagian dari rangkaian program perayaan nasional. Acara tersebut akan memuncak pada program malam hari yang mencakup pidato dari Presiden Donald Trump dan pesta kembang api besar-besaran.
Prosesi udara dimulai pada awal sore dan dijadwalkan berakhir menjelang pukul 23.00, ditutup dengan manuver pengebom B-1 yang melakukan lintasan malam hari dengan afterburner menyala. Rata-rata, pesawat militer melintas setiap 18 menit sekali. Armada yang dikerahkan mencakup jet tempur siluman, pesawat pengebom, kendaraan hibrida Osprey milik Korps Marinir AS, hingga pesawat Air Force One baru pemberian Qatar.
Tantangan Cuaca Ekstrem
Ambisi besar perayaan ini menghadapi tantangan cuaca berupa panas ekstrem dengan suhu mencapai tiga digit (fahrenheit). Presiden Trump, melalui media sosial Truth Social, mengakui kondisi tersebut tetapi tetap memuji antusiasme warga.
"Meskipun panas, yang tidak seburuk yang diperkirakan, kerumunan di D.C. sangat LUAR BIASA," tulis Trump. "Pertunjukan Udara berada pada level yang belum pernah terlihat--pilot-pilot hebat, peralatan yang luar biasa!!!"
Akibat cuaca panas, penyelenggara Parade Hari Kemerdekaan di DC terpaksa membatalkan acara tersebut. Selain itu, pembukaan Great American State Fair di National Mall sempat tertunda dan akses masuk warga ke area Monumen Washington untuk mendengarkan pidato presiden diundur hingga pukul 17.00 karena ancaman badai petir di malam hari.
Pro dan Kontra Warga
Pertunjukan masif ini juga berdampak pada operasional publik. Bandara Reagan National ditutup selama sebagian hari Jumat untuk latihan dan ditutup total dari tengah hari hingga tengah malam pada hari Sabtu. Gangguan ini memicu keluhan dari sebagian penduduk Washington di media sosial.
Beberapa warga mengkritik kebisingan yang dihasilkan, menyebutnya sebagai, "Terorisme suara," dan, "Perang psikologis," karena getaran dan suara mesin yang muncul secara acak. Namun, bagi banyak orang yang berkumpul di pusat kota DC, pertunjukan ini tetap menjadi daya tarik utama. Warga tampak antusias mengabadikan momen setiap kali jet tempur melintas di atas mereka.
Bagi veteran seperti Daniel Baranyai, mantan anggota Korps Marinir, momen ini membangkitkan kenangan masa dinasnya. "Negara ini telah bertahan selama 250 tahun melalui suka dan duka," ujarnya. (Washington Post/I-2)








































