Ilustrasi(Dok Istimewa)
PLATFORM perdagangan aset digital OSL Indonesia resmi menandai kehadirannya di pasar tanah air melalui perhelatan Grand Launch bertajuk “OSL’s Obsession Night” yang digelar di Bali. Acara tersebut dihadiri sekitar 150 pemangku kepentingan, mulai dari regulator, pelaku industri, komunitas, hingga pengembang ekosistem aset kripto.
President Director OSL Indonesia, Ivan Arilito, mengungkapkan bahwa peluncuran ini menjadi awal perjalanan jangka panjang perusahaan untuk berkontribusi dalam penguatan ekosistem keuangan digital Indonesia yang patuh pada regulasi.
"Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa OSL Indonesia hadir dan siap menjadi bagian dari perkembangan ekosistem keuangan digital Indonesia. Kami ingin membangun hubungan yang kuat dengan komunitas, partners, pengguna, dan seluruh stakeholders," ujar Ivan dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Melalui momentum peluncuran ini, OSL Indonesia memperkenalkan posisi baru “Empowered by Global Compliance” yang menaungi tiga pilar utama, yakni Global (membawa standar internasional), Compliant (kepatuhan pada tata kelola dan regulasi), serta Empowering (pemberdayaan akses dan edukasi pengguna).
Selain memfasilitasi transaksi aset digital melalui fitur Quick Trade/RFQ dan aset seperti USDGO, OSL Indonesia juga membidik peluang pengembangan teknologi tokenisasi aset (asset tokenization) untuk memperluas konektivitas aset digital dengan sistem keuangan yang lebih luas.
Meski demikian, Ivan turut mengingatkan para investor akan dinamika serta risiko investasi pada aset digital. Perusahaan mengimbau pengguna untuk senantiasa melakukan riset mandiri dan menyesuaikan transaksi dengan profil risiko masing-masing.
“Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dalam perkembangan ekonomi digital. Karena itu, kami melihat kehadiran OSL Indonesia bukan sebagai sebuah perjalanan jangka pendek. Kami ingin terus membangun, berkolaborasi, dan berinovasi bersama Indonesia. Bagi kami, masa depan digital harus dibangun dengan compliance, trust, dan education sebagai pondasinya,” tambah Ivan. (H-2)













































