Sejumlah staf Jubelo melakukan kampanye membuang sampah pada tempatnya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.(MI/NAVIANDRI)
STADION Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kembali membuktikan bahwa sepak bola dapat menghadirkan dampak positif tidak hanya di atas lapangan, tetapi juga bagi lingkungan.
Melalui implementasi program Zero Waste to Landfill bersama mitra pengelolaan sampah, Jubelo, Persib berhasil mengelola 65.434 kilogram (65,4 ton) sampah sepanjang pertandingan kandang pada kompetisi AFC Champions League Two dan Super League Indonesia musim 2026/2027.
Pencapaian tersebut merupakan akumulasi dari seluruh Sustainability Report yang disusun Jubelo pada setiap pertandingan kandang Persib.
Program Zero Waste to Landfill menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan Persib dalam membangun penyelenggaraan pertandingan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui pendekatan ini, sampah yang dihasilkan selama pertandingan dipilah, dikelola, dan dimanfaatkan kembali sesuai karakteristiknya sehingga sebanyak mungkin material tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa stadion sepak bola tidak hanya menjadi ruang bagi lahirnya prestasi dan kebanggaan, tetapi juga dapat menjadi ekosistem kolaboratif yang mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Bagi PERSIB, sustainability bukan sekadar sebuah program, melainkan bagian dari transformasi klub dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama Kamis (30/7) menyatakan, sepanjang musim kompetisi, sebanyak 65.434 kilogram sampah berhasil dikelola melalui program ini, terdiri atas 18.877 kilogram sampah organik, 26.545 kilogram sampah anorganik, dan 19.618 kilogram sampah residu.
Seluruh material diproses melalui sistem pemilahan yang terintegrasi sehingga dapat diarahkan ke pengelolaan yang paling tepat sesuai jenisnya, sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.
"Implementasi program ini dijalankan secara konsisten di setiap pertandingan kandang Persib melalui kolaborasi antara klub, Jubelo, petugas operasional, tenant, hingga Bobotoh. Sinergi tersebut menjadi pondasi penting dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan stadion sekaligus memperkuat posisi GBLA sebagai salah satu stadion yang terus mengedepankan praktik penyelenggaraan pertandingan yang berkelanjutan," terangnya.
Menurut Adhi, keberhasilan ini merupakan hasil dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang memiliki semangat dan visi yang sama dalam menghadirkan dampak positif di luar pertandingan. Bagi Persib, keberlanjutan bukan sekadar inisiatif pendukung, tetapi telah menjadi bagian dari nilai yang diintegrasikan ke dalam penyelenggaraan pertandingan maupun berbagai aktivitas klub.
Persib percaya sepak bola memiliki kekuatan untuk menginspirasi perubahan. Karena itu, Persib akan terus mengembangkan berbagai inisiatif sustainability sebagai bagian dari transformasi Persib menjadi klub yang semakin profesional, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
DAMPAK NYATA
Sementara itu, Chief Marketing Officer (CMO) Jubelo, Fahmi Abdul Aziz mengapresiasi konsistensi Persib dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam operasional pertandingan. Kolaborasi bersama Persib menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola berskala besar dapat dilakukan secara terukur, sistematis, dan memberikan dampak nyata.
Keberhasilan mengelola lebih dari 65 ton sampah merupakan hasil dari komitmen bersama, kedisiplinan operasional, serta meningkatnya partisipasi seluruh pihak yang terlibat.
"Keberhasilan program ini juga menunjukkan besarnya potensi penerapan prinsip ekonomi sirkular di industri olahraga apabila didukung oleh kolaborasi yang kuat. Kami percaya stadion memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi lokasi pertandingan," tandasnya.
















































