Planet Batasi Akses Citra Satelit di Wilayah Konflik Iran Atas Permintaan AS

1 week ago 3
Planet Batasi Akses Citra Satelit di Wilayah Konflik Iran Atas Permintaan AS Ilustrasi.(Magnific)

PERUSAHAAN satelit yang berbasis di San Francisco, Planet, mengonfirmasi pihaknya membatasi akses terhadap citra satelit resolusi tinggi miliknya selama periode konflik di Iran. Langkah ini diambil menyusul permintaan dari pemerintahan Donald Trump yang mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan data visual tersebut.

Pihak Planet menyatakan kepada SFGate bahwa pembatasan ini merupakan upaya untuk menyeimbangkan misi transparansi perusahaan dengan kepentingan keamanan nasional serta keselamatan personel di lapangan. "Ini situasi yang luar biasa dan dinamis," ungkap perwakilan perusahaan dalam keterangannya.

Distribusi Terkelola dan Penundaan Publikasi

Planet melaporkan telah merilis kembali hampir semua citra yang sempat dibatasi antara periode 9 Maret hingga 1 Juli. Namun, seiring dengan meningkatnya kembali tensi konflik, perusahaan kembali menerapkan penundaan (delay) publikasi citra untuk wilayah Iran, Pakistan, Afghanistan, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Azerbaijan.

Sebelumnya pada Maret, Planet sempat memberlakukan penundaan selama 14 hari untuk citra di kawasan Timur Tengah. Langkah serupa juga diambil oleh Uni Eropa melalui program observasi bumi Copernicus yang menerapkan penundaan satu hari untuk citra jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz.

Catatan Keamanan Operasional: Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah meminta seluruh penyedia citra satelit untuk menahan data visual Timur Tengah dan Iran tanpa batas waktu tertentu guna mencegah eksploitasi data oleh pihak lawan.

Tantangan Keamanan di Medan Laga

Konflik yang terus berlanjut mengakibatkan 18 anggota layanan Amerika Serikat gugur akibat serangan Iran terhadap instalasi militer AS di Timur Tengah. Selain pembatasan citra satelit, komandan militer AS juga memperingatkan para prajurit mengenai risiko penggunaan ponsel pintar.

Video yang diunggah ke media sosial oleh personel militer dikhawatirkan dapat membantu Teheran dalam menentukan target serangan. Sebagai respons, pihak militer saat ini tengah mempertimbangkan kebijakan larangan penggunaan ponsel di area operasional tertentu.

Efektivitas Pembatasan Data

Meski pembatasan akses citra satelit komersial terus diperketat, sejumlah pihak skeptis terhadap efektivitas kebijakan ini. Para kritikus berpendapat bahwa Iran kemungkinan besar masih mendapatkan dukungan data intelijen dari negara-negara dengan jaringan satelit canggih lain, seperti Tiongkok dan Rusia.

Di sisi lain, meskipun pemerintahan Trump menegaskan bahwa kemampuan militer Iran melemah akibat pertempuran selama berbulan-bulan, Teheran terbukti masih mampu melancarkan serangan terhadap pasukan Amerika Serikat secara berkelanjutan. (The Independent/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |