Polisi Israel Tangkap Pemukim yang Menyamar Jadi Tentara saat Serang Warga Palestina

2 weeks ago 3
Polisi Israel Tangkap Pemukim yang Menyamar Jadi Tentara saat Serang Warga Palestina Polisi Israel.(Al Jazeera)

KEPOLISIAN Israel mengumumkan penangkapan seorang pemukim yang diduga melakukan serangan kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Tersangka menjadi sorotan setelah terekam melakukan aksi tersebut sambil mengenakan seragam militer lengkap pada Juni lalu.

Insiden penyerangan tersebut terjadi pada 6 Juni di kota Huwara, Tepi Barat bagian utara. Wilayah ini memang tengah mengalami lonjakan kekerasan oleh pemukim terhadap warga Palestina di tengah ketegangan regional yang terus meningkat.

Rekaman video yang dipublikasikan oleh media Israel memperlihatkan beberapa penyerang mendorong dua warga Palestina ke tanah dan melakukan penganiayaan fisik. Salah satu pelaku, yang mengenakan seragam militer, terlihat berulang kali memukul seorang warga Palestina yang sudah tergeletak di tanah.

"Tersangka yang terlihat dalam rekaman mengenakan seragam IDF (militer) selama penyerangan dan melarikan diri selama sebulan terakhir, kini telah ditangkap," demikian pernyataan resmi kepolisian Israel pada Rabu (29/7).

Pihak kepolisian menambahkan bahwa saat melancarkan aksi keji itu, tersangka dilengkapi dengan perlengkapan militer standar, termasuk senapan serbu M16 dan pistol. Serangan tersebut mengakibatkan sejumlah warga Palestina mengalami luka-luka hingga membutuhkan perawatan medis di rumah sakit.

Klarifikasi Status Tersangka: Polisi mengidentifikasi tersangka sebagai pria berusia 20-an yang tinggal di suatu permukiman Israel di Tepi Barat. Ia merupakan anggota rapid response squad--unit sipil bersenjata yang bertugas menjaga keamanan permukiman. Polisi menegaskan bahwa tersangka bukan prajurit aktif IDF.

Penyelidikan atas kasus ini masih terus berlanjut. Polisi menyatakan beberapa tersangka lain ditangkap sebelumnya dan dakwaan diajukan terhadap satu lainnya yang terlibat dalam serangan di Huwara tersebut.

Kekerasan di Tepi Barat, wilayah yang diduduki Israel sejak 1967, meningkat tajam sejak pecahnya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023. Berdasarkan data Palestina, setidaknya 1.097 warga Palestina, termasuk militan, tewas oleh pasukan atau pemukim Israel sejak periode tersebut.

Di sisi lain, data resmi Israel menunjukkan sedikitnya 48 warga Israel, baik warga sipil maupun personel keamanan, tewas dalam serangan oleh warga Palestina atau selama operasi militer Israel di wilayah tersebut. Saat ini, sekitar tiga juta warga Palestina tinggal di Tepi Barat berdampingan dengan lebih dari 500.000 pemukim Israel yang menempati permukiman yang dianggap ilegal menurut hukum internasional. (AFP/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |